Tags

, , ,

Mendidik Dengan Keteladanan dan Cinta

Karena Tidak Ada Sekolah Orang Tua Tugas Kita Adalah Terus Belajar

Catatan singkat seminar parenting “Mendidik Dengan Keteladan dan Cinta di SMP Islam Nazhirah Kota Bandar Lampung.

Bagaimana Proses Mendidik Anak Kita ?

Darimana kita tahu tahapan-tahapan proses mendidik anak kita, mulai dari alam kandungan, balita, anak-anak, remaja hingga ia dewasa dan kemudian menikah. Selama ini kita mungkin berpikir biarkan sajalah seperti air mengalir, toh ayah dan ibu kita juga dulu yang tidak pernah ikut kajian atau tidak memiliki buku-buku parenting mereka berhasil membesarkan kita hingga menikah.

Padahal jelas dalam Islam ada tahapan-tahapan tertentu dalam mendidik anak, karena mendidik anak bukan hanya sekedar memberi makan, menyekolahkan, membesarkannya, dan menikahkannya. Tapi lebih dari itu tuga kita adalah menjaga ke fitrahan anak kita serta menamkan tauhid dan aqidah sejak kecil.

Kita Enggan Menuntut Ilmu, Merasa Diri Cukup dan Terlalu Sibuk !

Harusnya saat kita menyadari bahwa kita tidak memiliki ilmu yang cukup dalam mendidik anak maka tugas kita adalah semangat belajar dalam menuntut ilmu. Tidak ada alasan merasa diri cukup dan terlalu sibuk. Karena jangan sampai kelak kita menyesal saat anak kita justru jatuh dalam jurang kehancuran.

Mulailah dari sekarang, banyak cara kita bisa untuk menuntut ilmu, toh sesibuk-sibuknya kita ternyata masih sempat jalan-jalan, masih sempat nongkrong, masih sempat bergosip, masih sempat bermain media sosial, lalu kenpa kita selalu punya banyak alasan untuk tidak menuntut ilmu.

Kita bisa hadir diacara kajian langsung, kita bisa ikut Halaqah, Kita bisa ikut Liqo, kita bisa ikut seminar parenting, kita bisa ikut komunitas , kita bisa lihat kajian di video, kita bisa dengarkan kajian di Radio, Kita bisa baca buku dan lain sebagainya.

Bukankah menuntut ilmu adalah perintah yang sangat jelas dalam Islam. Jadi ayo semangat kembali untuk menuntut ilmu.

Karena sekolahnya Bukanlah Segalanya !

Sekolah bukanlah tempat ajaib yang bisa menjadikan anak kita sesuai dengan yang kita inginkan, sekolah bukanlah tempat yang menjadikan kita berpangku tangan untuk tidak melakukan apa-apa, sekolah adalah tempat dimana anak-anak kita belajar berinteraksi sosial dengan banyak orang. Sekolah memang tempat menuntut ilmu , tapi tidak semua ilmu bisa didapatkan disini, mereka tidak akan mendapatkan ilmu pengasuhan dari ayah dan ibu kecuali di rumahnya sendiri.

Jika sekolahnya baik, gurunya santun dan berilmu, karywannya ramah, teman-temannya berakhlak dan menyenangkan, kurikulum sekolahnya berorientasi pada surga, maka berutunglah anak kita sekolah disini. Tapi bukan berati tugas kita selesai, justru tugas kita yang harus mampu bersinergi dengan sekolah. misalkan jika disekolahnya anak sudah terbiasa membaca Al-Qur’an, janganlah kemudian dirumah kita memutar lagu dangdut atau musik-musik yang lainnya yang bisa menghilangkan hafalan anak kita.

Jadi sekolah terbaik bagi anak-anak kita justru adalah di rumahnya sendiri. Ya ibu adalah madrasah pertama bagi anak kita, ibu adalah gurunya ayah adalah kepala sekolahnya. Kepribadian anak-anak kta mencerminkan kepribadian guru dan kepala sekolah yang sesungguhnya di rumah.

Ayo mulai dari kita, dari sekarang.Mulailah kita memberikan teladan terbaik untuk anak-anak kita, Cintai anak-anak kita sepenuh hati seperti doa dan harapana kita kepada Allah untuk memiliki keturunan, nah jika Allah sudah memberikannya maka tugas kita adalah menjaga amanah yang mulia ini dengan pendidikan terbaik. Pendidikan terbaik hanya bisa didapatkan jika kita berilmu, maka teruslah belajar agar kita menjadi orang yang berilmu.

Catatan ini untuk saya !

Inilah catatan singkat saya pada acara seminar parenting “Mendidik Dengan Keteladanan dan Cinta” di SMP Islam Nazhirah Kota Bandar Lampung. Ya , disesi akhir seminar ini saya mengatakan , apa yang saya sampaikan selama dua jam ini kepada ayah dan buda, sesungguhnya pesan yang amat medalam bagi saya sendiri, sebagai manusia yang miskin akan pengetahuan agama.

Ya, setiap kali saya melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, dari satu sekolah ke sekolah lain, dari satu kampus ke kampus lain, dari satu pesantren ke pesantren lain, dari satu lembaga ke lembaga lain, saya selalu menemukan hal-hal baru yang membuat saya merasa bahwa apa yang saya miliki ternyata belum seberapa. Karena dari perjalanan tersebut saya selalu dipetemukan dengan orang-orang yang berilmu dan memiliki semangat untuk membangun pendidikan.

Jika pesan ini ingin mengingatkan ayah dan bunda, jika
pesan ini ingin sampai ke teman-teman ayah dan bunda, agar terus semangat untuk belajar ilmu mendidik anak, maka silahkan dishare.

Motivator PendidikanSeminar Parenting Namin abSMP Islam Nazhirah Bandar Lampung 1SMP Islam Nazhirah Bandar LampungSMP Islam NazhirahProfil Namin AB Ibnu Solihin

 

Advertisements