Tags

, , , ,

Namin AB Ibnu Solihin

Motivatorpendidikan.com – Ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai seorang guru untuk melakukan kegiatan “Amar ma’ruf nahi munkar”, kegiatan ini bisa dilakukan pada saat kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah atau diluar sekolah. Berikut ini adalah 5 gerakan yang bisa dilakukan oleh guru-guru pemberani, materi ini dikembangkan berdasarkan hasil diskusi peserta training guru inspiratif di Yayasan Alfatih Tanggerang.

Berani Berubah

Berbubahlah, jika kita ingin hidup kita menjadi lebih baik, berubahlah menjadi guru kreatif jika ingin melahirkan murid-murid yang aktif, berubahlah menjadi guru yang menyenangkan jika kita ingin menemukan kelas yang menggembirakan. Teruslah berubah menjadi guru di atas rata-rata jika kita ingin melihat rata-rata kebaikan yang dilakukan oleh murid-murid kita, berubalah menjadi guru inspiratif jika kita ingin dikenang sepanjang masa, berubahlah menjadi guru yang berahlak jika kita ingin melahirkan murid-murid yang santun.

Perubahan itu harus dimulai dengan niat yang kuat dalam hati, maka berdoalah kepada Allah, agar kita senatiasa diberikan ke Istiqomahan dalam bersikap. Jagalah komitmen yang kuat, untuk tidak melakukan kesalahan-kesalaman yang sama sebagai seorang guru. Bukalah hati bahwa ada banyak kekurangan yang kita miliki, maka tugas kita sebagai guru adalah terus belajar dan belajar. Karena guru yang hebat adalah mereka yang terus mau belajar memantaskan dirinya.

Dari sekarang tinggalkan kebiasan-kebiasan buruk yang sering kita lakukan. Kebiasan merokok yang tidak ada manfaatnya, kebiasaan datang terlambat dengan berbagai alasannya, kebiasaan membentak-bentak siswa dengan emosi yang memuncak, kebiasaan berghibah saat istirahat tiba, terutama membicarakan aib murid-muridnya. Biasakanlah untuk melakukan hal-hal yang baik, karena pada dasarnya setiap guru adalah berkpribadian baik.

Berani Berpendapat

Berada dilingkungan sekolah, kita akan menemukan beragam manusia, dari cara berpikir, berpakaian, dan bertingkah laku. Lembaga pendidikan dimana kita bernaung sebagai guru, tentu mereka akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa jadi kita menyetujuinya atau menolaknya. Dilingkungan sekolah pula mungkin ada hal-hal yang perlu kita kritisi karena ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai norma-norma yang ada.

Maka beranikanlah diri untuk berpendapat, pada hal-hal yang akan membuat orang atau lembaga ditempat kita menjadi lebih baik. Berpendapatlah terlebih ketika disana kita menemukan ketidak adilan atau bahkan penyelewangan. Beranikanlah diri berpendapat ketika di sekolah kita melihat kemaksiatan atau adalah syariat-syariat Allah yang dilanggar. Namun ingatlah saat berpendapat, sampaikanlah dengan bahasa yang santun dan tetaplah menjaga akhlak mulia.

Berani berpendapat memang tidak mudah, maka berlatihlah disaat ada forum-forum dimana kita memiliki kesempatan untuk melakukannya. Karena berpendapat bisa melatih kemampuan cara kita berkomunikasi dengan efektif. Yang paling penting agar pendapat kita memiliki nilai yang berbobot maka perbanyaklah wawasan dengan belajar dan membaca.

Berani Mengakui Kesalahan

Berani mengakui kesalahan diri adalah sesuatu yang sulit baik kepada diri sendiri apalagi kepada orang lain. Beranilah mengakui kesalahan kepada murid kita, jika kita salah menjelaskan tentang rumus, beranilah mengakui jika kita memang belum tahu jawaban dari pertanyaan yang murid kita berikan. Mengakui kesalahan diri tidak akan membuat diri kita hina dihadapan Allah, juga di depan murid-murid kita, justru keberanian mengakui kesalahan diri akan membuat orang lain menghormati pribadi kita sebagai orang yang jujur.

Mengakui kesalahan diri adalah bagian dari intropeksi yang bisa kita lakukan, bahwa guru juga manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan yang ada dalam diri berfungsi untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan ikhlas. Karena pada dasarnya kita sebagai guru bukanlah sosok yang sempurna, maka bersabarlah pada setiap kesalahan yang kita lakukan serta ikhlaskan diri untuk merubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Berani Menegur Kesalahan

Beraniakanlah diri untuk menegur orang yang kita cintai atau orang yang baru kita kenal, jika kita melihat ada sesuatu yang tidak baik. Misalkan pada saat kepala sekolah menjadi pembina upacara kita mendengar ada kata-kata kasar atau tidak pantas di ucapkan, maka tugas kita menegurnya dengan cara yang baik. Bisa jadi kesalahan juga terjadi pada orang yang sama sekali tidak kita kenal maka tetaplah beranikan diri untuk menegurnya, misalnya kita melihat ada orang yang merokok di fasilitas umum yang menganggu orang lain, maka sampaikanlah dengan cara baik.

Tetap beranikan diri, jika kesalah-kesalah itu terjadi kita lihat pada anak kita sendiri, anak pejabat, anak kepala sekolah, anak yang orang tuanya berjasa pada diri kita. Karena apa yang kita lakukan semata-mata untuk kebaikan. Tapi ingatlah pada saat kita menegur seseorang, maka gunakan strategi yang tepat, agar orang yang kita tegur mau menerima dan memahaminya. Lihatlah waktu yang tepat dan lakukan dengan komunikatif tidak membuat orang lain justru malas untuk menyudahinya.

Berani mengambil keputusan

Dari sekarang bangkitlah, ayo ambil keputusan, apakah kita akan diam saja atau kita akan melakukan gerakan guru berani ini. Jika kita membiarkan kesalahan terus terjadi maka jangan salahkan kita akan berada dilingkungan yang terbiasa melakukan kesalahan. Yakinlah pada setiap keputusan yang kita ambil semata-mata karena Allah SWT, percayalah pada diri sendiri tanpa ikut-ikut guru lain yang membiarkan kemaksiatan dibiarkan begitu saja.

Tugas kita juga yang paling terpenting adalah berani memberikan solusi-solusi yang kongkrit pada masalah-masalah yang kita temuai, baik pada murid-murid kita, teman sejawat atau atasan. Jangan sampai kita dikenal sebagai pridabi yang suka mengkritik tanpa berani memberanikan solusi apalagi dikenal sebagai pribadi yang “Omdo” omong doang atau “Nato” Not action talk only, tidak ada aksi nyata yang dilakukan,  beraninya hanya ngomong doang. Terakhir, pada kegiatan amar ma’ruf nahi munkar yang kita lakukan pasti ada resiko yang harus ditanggung, maka nikmatilah resiko tersebut.

Anda ingin merasakan langsung atmosfir training kami yang menginspirasi, menggerakan dan meneladani. Ayo ikuti training guru inspiratif, silahkan hubungin infomotivatorpendidikan@gmail.com

Advertisements