Tags

, , ,

Satria Dharma dan Namin AB Ibnu Solihin

Gurubicara.com- Gerakan semangat membangun budaya literasi (membaca dan menulis) sudah saya kampanyekan semenjak saya kuliah di semester 2 pada jenjang S1 atau sekitar tahun 2004. Namun, apa yang saya lakukan sebatas dikalangan mahasiswa dan guru di lingkungan saya mengajar. Kemudian gerakan ini saya bangkitkan lagi saat saya menjabat sebagai wakil kepala sekolah, kepala sekolah hingga sampai saat ini saya menjadi dosen.

Sejak tiga tahun terakhir ini saya punya banyak kesempatan untuk mengkampanyekan gerakan literasi, walau saya sendiri masih sangat pemula dalam hal dunia tulis menulis, namun dengan modal sebagai blogger paling tidak saya akan terus menulis tentang segala aktivitas saya, terutama kegiatan training dan workshop yang saya lakukan

Saat saya menjabat sebagai kepala sekolah saya melakukan gerakan literasi dengan memberikan banyak buku kepada guru untuk dibaca, kemudian di resensi dan di diskusikan. Sementara pada dunia kampus sebagai dosen saya juga melakukan hal yang sama yaitu dengan membedak sebanyak 15 buku dalam satu mata kuliah untuk satu semester, buku yang saya minta bedah adalah yang berkaitan dengan mata kuliah yang saya ajarkan yaitu Etos Kerja dan Ketahanmalangan. Untuk lebih lengkap saya sudah menulisnya dalam artike bejudul Tips Membudayakan Membaca Dan Menulis Di Kalangan Guru.

Hari ini pada acara e-learning untuk rakyat di gedung Telkom Jakarta Utara saya ditakdirkan bertemu oleh Allah dengan salah satu gerakan penggagas literasi yaitu Pak.Satria Dharma yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Ikatan Guru Indonesia (IGI). Gerakan literasi pun saat ini telah di kampanyekan oleh Pak Anies Baswedan yang saat ini menjabat sebagai menteri pendidikan.

Semangat membangun budaya literasi akan terus berkembang jika semua sekolah melakukannya, terutama jika hal ini di dukung oleh kepala sekolah atau pihak-pihak terkait yang bisa menngerakan gerakan ini. Sesungguhnya gerakan literasi bisa dilakukan disemua sekolah, tidak harus pada sekolah elit atau sekolah di perkotaan, sekolah-sekolah di pedesaan pun bisa melakukan gerakan ini.

Sebagai konsultan pendidikan Islam, saya memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya, saya memasukan program literasi kedalam program kurikulum, sehingga akan mudah dilaksanakan. Saya bersyukur banyak pihak sekolah merespon akan ide dan gerakan ini. Tentu sebagai pemula saya harus banyak belajar dari Pak.Satria Dharma sebagai salah satu gerakan pelopor literasi di Indonesia.

sumber : www.gurubicara.com

Advertisements