Tags

, , ,

Buku Cinta Seorang Guru

Jangan setengah hati menjadi guru !

Tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini, semua telah menjadi kehendak Allah SWT. Buku ini seyogyanya telah disusun selama kurang lebih enam bulan dan harusnya sudah terbit satu bulan yang lalu, namun karena berbagai kesibukan yang saya jalani, buku inipun akhirnya harus tertunda untuk diterbitkan. Walalupun sempat tertunda kini Alhamdulillah Allah memberi kemudahan untuk menghadirkan buku ini ditangan para pembaca.

Sudah selayaknya jika kita mengabdikan diri untuk menjadi seorang guru, maka saat itu juga kita harus membuka hati seluas-luasnya untuk para siswa. Menumbuhkan benih-benih cinta saat pertama kali bertemu dengan mereka, karena sejatinya  mereka adalah manusia kecil yang membutuhkan kasih sayang yang besar.

Bersahabat dengan mereka adalah sesuatu yang indah, yang menjadikan mereka merasa nyaman di tempat terbaik untuk belajar dan bermain. Mari kita wujudkan sekolah yang ramah anak, sekolah yang di rindukan oleh para siswanya pada saat malam hari, sekolah yang membuat para siswanya bersemangat pada pagi hari dan sekolah yang akan menjadi kenangan terindah dimasa kini dan akan datang.

Percayalah, bahwa menjadi guru adalah profesi yang sangat mulia, Jika benih-benih cinta telah tumbuh, maka teruslah di rawat dengan sebaik-baiknya, karena kelak kita akan menikmati hasilnya. Suatu saat nanti akan ada sekelompok orang yang datang bergantian ke rumah kita membawa kabar berita masing-masing. Itulah Cinta Seorang Guru yang membawa makna tersendiri bagi setiap masa depan siswanya.

Lebih dari sepuluh tahun saya menjalani aktivitas sebagai guru,  perjalanan yang indah itu banyak meninggalkan kesan yang sangat bermakna bagi kehidupan saya. Buku ini adalah sebuah prolog dari perjalanan saya mengejar sebuah rasa cinta yang amat medalam terhadap profesi guru. Ya, hanya sekedar prolog mengejar mimpi-mimpi, kelak akan saya tulisan secara lengkap bagaimana indahnya menjadi guru.

Buku ini juga merupakan catatan kecil namun bermakna besar bagi guru-guru yang telah mengabdikan dirinya di Sekolah Akhlak selama dua tahun terakhir ini. Sejak tahun 2013 saya telah melakukan gerakan Literasi dikalangan guru dan karywan di Sekolah Akhlak, mereka saya ajak untuk membaca, meresensi, menulis dan membedahnya dalam diskusi bulanan.

Yang instinewa buku ini juga berisi tulisan inspiratif dari guru-guru yang memenangkan lomba menulis “Mendidik Dengan Cinta Dan Keteladanan” . Saya merinding membaca tulisan-tulisan mereka yang begitu penuh makna, saya merasa yakin bahwa gerakan mendidik dengan keteladanan dan cinta akan terus membumi.

Buku ini juga merupakan persembahan akhir dari perjalanan saya secara formal untuk meninggalkan jejak menjadi guru di sekolah dasar. Namun ini bukanlah akhir dari rasa cinta saya pada dunia guru, justru inilah sebuah langkah saya untuk membangun kembali guru-guru masa depan yang inspiratif.

Akhirnya saya ucapkan selamat membaca dan menikmati catatan penuh makna dari guru-guru hebat ini. Semoga kita bisa mengambil ibroh dari setiap peristiwa yang telah ditorehkan oleh para penulis.

Terimkasih tak terhingga saya ucapkan kepada teman-teman, guru-guru Sekolah Akhlak dan para peserta lomba menulis yang telah berkontribusi hingga buku ini bisa diterbitkan.

Buku Cinta Seorang Guru Namin AB

Buku Cinta Seorang Guru Namin AB Ibnu Solihin

Advertisements