Tags

, , , , , , , ,

Poster Tentang Baju Seragam

Salam..

Semoga pagi ini bapak/ibu guru semakin NYAMAN dan tambah KEREN dengan seragam dinas yang dipakainya. Semoga pula ketaatan kita pada peraturan sekolah dengan selalu memakai seragam yang ditentukan merupakan cerminan asli dari pribadi kita yaitu sebagi orang yang berdisplin.

Beberapa hari ini saya menyimak kasus tentang Bu Retno Listyarti yaitu kepala SMA Negeri 3 Jakarta yang juga merupakan Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)  dengan Gubenur Jakarta Bapak.Ahok. Banyak media yang memberitakan bahwa Bu Retno akan dipecat karena ketidak disiplinannya dalam beberapa hal, seperti seragam PNS DKI, tidak ada saat Ujian Nasional, dan aktif menjadi Sekretaris Jendral FSGI.

Saat Bu Retno diperlakukan seperti ini, ternyata beliaupun tidak tinggal diam, dalam media-media nasional yang telah diberitakan Bu Retno pun menyampaikan klarifikasi atas pernyataan-pernyataan Gubenur DKI.

Dalam Facebooknya Bu Retno juga mengatakan sudah di sidang terkait kasus tersebut oleh pihak Diskdik kurang lebih selama 7 Jam.

Retno

Inilah status Facebooknya Bu Retno :

Saya diperiksa selama 7 jam di Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk suatu kasus yang jauh dari masalah merampok uang rakyat atau menghilangkan nyawa orang lain. Tampaknya pemahaman para birokrat kita tentang UU 14/2005 tentang guru dan dosen sangat memprihatinkan. Bahwa saya sebagai pengurus organisasi guru dapat berdiri di 2 kaki (sebagai PNS dan sebagai pengurus organisasi profesi guru) dalam hal ini tidak digubris. Kacamata kuda digunakan untuk aturan PNS dan mengabaikan (bahkan seoalah tak diangap UU guru dosen), lalu buat apa UU 14/2005 ini dibuat??? UU GD inilah yang akan menjamin hak dan melindungi para guru semacam saya, yang gigih berjuang untuk pendidikan tetapi dianggap musuh birokrasi dan seoalah tak loyal pada atasan. Ini upaya membungkam para guru kritis dan organisasi guru kritis. Saya dan FSGI giat mengkrtisi kebijakan pendidikan karena kami sedang berjuang untuk pendidikan yang lebih baik, lebih berkualitas dan lebih aadil bagi bangsa ini……apakah kita akan kembali ke era orde baru?……Salam perjuangan, jangan mundur selangkahpun

Selalu memakai seragam dinas apakah memang cerminan dari kedisplinan?

Jawabannya bisa jadi iya atau juga tidak, Jika melihat sebuah peraturan yang dibuat oleh sebuah sekolah atau dinas tertentu, maka tentu peraturan tersebut harus kita laksanan, termasuk memakai seragam setiap hari.

Namun apakah ini menjadi cerminan sebuah kedisplinan? saya pikir tidak, karena kedisplinan tidak selalu bisa diukur dengan seragam. Saya pun meyakini bahwa seharusnya kedisplinan berbanding lurus dengan prestasi yang diraih guru tersebut. walaupun kedisplinan itu sendiri adalah prestasi yang ia miliki.

Karena guru yang  disiplin akan terlihat dari beberapa indikator dalam pandangan saya, diantaranya, datang sebelum bel berbunyi (20 menit sebelum masuk sekolah), memanfaatkan waktu istirahat dengan tidak bergosip lebih baik membaca atau berdiskusi ilmiah, terlihat dari cara mengajarnya yang kreatif selalu membuat kelas menjadi berenergik, berpakaian rapih (pantas dan menarik dilihat oleh siswanya), memiliki kreativitas dalam mengembangkan model-model pembelajaran, mampu menginspirasi murid-muridnya, aktif dalam berbagai kegiatan dan punya segudang prestasi.

Pantaskah Bu Retno di pecat?

Sungguh hukum di negeri ini tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan, seorang pejuang pendidikan yang selama ini lantang mengkritis Ujian Nasional dan berbagai kebijakan lain yang tidak pro terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Serta hanya karena pada waktu tertentu tidak memakai seragam kemudian dengan se enaknya bisa dipecat menjadi guru.

Sungguh saya tidak kenal Bu Retno, bahkan saya tidak pernah bertemu dengan beliau. Jadi tidak ada kepentingan apa-apa saya menulis tentang beliau. Apa yang saya lakukan adalah karena saya  bersama teman-teman aktivis pendidikan lain juga sama-sama dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

Sama halnya ketika saya menulis Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi buat saya ini merupakan bagian dari peran aktif guru untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Karena sesungguhnya tugas kita bukan hanya mengajar di kelas-kelas berbentuk segi empat, lebih dari itu kita punya peranan dalam meng edukasi  masyarakat dan anak didik kita tentang sebuah makna kebenaran yang harus terus ditegakan.

Jadi sungguh ironis negeri ini jika karena persoalan seperti itu Bu Retno jadi dipecat. Saya hanya bisa menyemangati lewat tulisan ini untuk Bu Retno semoga tidak gentar untuk menegakan kebenaran demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Belajar dari Pak.Dedi Dwitagama guru yang jarang pakai seragam dinas tapi prestasinya segudang.

Sebelum kasus bu Retno muncul kepermukaan, sebenarnya kami sudah sering berdiskusi tentang seragam bagi guru. Bahkan Pak. Dedi Dwitagama dengan lantangnya sering mengatakan di forum-forum seminar yang dihadiri ribuan guru, seragam dinas guru DKI, tidak merasa nyaman dan pantas untuk dipakai. Menurut beliau seharusnya pemerintah atau pengelola yayasan membuat seragam yang nyaman untuk dipakai serta terlihat keren ketika dipakai. Karena berpakaian bukan hanya sekedar memakai baju tapi juga ada nilai-nilai estetika sehingga orang pun nyaman melihatnya.

Pak.Dedi Dwitagama adalah salah satu PNS yang jarang memakai baju PNS, tapi lihat prestasinya sangat luar biasa. Segudang penghargaan telah beliau raih seperti Guru Berprestasi, Kepala Sekolah Berprestasi, Kepala Sekolah yang memakili forum-forum internasional, Kepala Sekolah yang telah menjadikan sekolah tawuran menjadi sekolah favorit, Guraru Award, dan segudang prestasi lainnya.

Pak.Dedi Dwitagama juga bukan guru biasa, karena beliau kini juga menjadi motivator dan Trainer, bahkan beliau merupakan salah satu Trainer paling hebat di Badan Narkotika Nasional (BNN), Pak.Dedi sudah keliling Indonesia dengan prestasi yang dimilikinya.

Sungguh lagi-lagi jangan menilai displin hanya dari kedisplinan menggunkan seragam dinas, karena bisa jadi ada sesuatu yang membuat orang untuk enggan memakainya.

Lalu Bagaimana Solusinya?

Tidak pantas rasanya jika kita hanya bisa melemparkan opini atau mengkritisi persoalan-persoalan yang ada tanpa bisa memberikan solusi. Berikut ini pandanga n saya agar seragam sekolah bisa dipakai setiap hari oleh para guru :

1. Buatlah seragam yang nyaman dipakai, yaitu seragam yang tidak gerah atau panas saat dipakai, karena guru seharian memakai seragam tersebut saat beraktivitas. Jadi, kalau buat seragam untuk guru jangan hanya sekedar murah.

2. Buatlah seragam yang pantas untuk dipakai guru, yaitu seragam yang membuat guru merasa keren saat memakainya, sehingga membuatnya menjadi lebih percaya diri saat mengajar atau berada di jalanan serta saat menghairi undanga-udangan yang bertemu dengan orang banyak.

3. Buatlah seragam yang tidak sama dengan warna aparat penegak hukum, karena tugas guru bukan untu menghukum atau mematai-matai para muridnya oleh sebab itu seragam guru harus mencerminkan persahabat dengan  muridnya.

Menurut Pak Dedi Seragam PNS DKI yang sekarang mirip dengan seragam hansip DKI, sehingga beliau pernah di kira sebagai hansip.

Tentu saya yakin banyak ahli dalam bidang Fashion pemerintah atau pemilik yayasan tinggal berkonslutasi saja, kira-kira seragam yang seperti apa yang cocok untuk para guru sehingga mencerminkan keperibadian guru itu sendiri.

Tulisan ini sama sekai tidak bermaksud untuk menggiring opini bahwa apa yang dilakukan Bu Retno dan Pak Dedi dalam “ketidak taatannya” memakai seragam guru adalah sebuah kebenaran mutlak dan boleh-boleh saja. Saya hanya ingin mengatakan bahwa ada sisi lain yang bisa kita lihat dari orang-orang hebat seperti beliau yang bisa kita contoh.

Saya sendiri adalah guru yang juga kepala sekolah yang sangat jarang memakai seragam yang ditentukan oleh lembaga pengelola pendidikan, sayapun pernah berkali-kali ditegur, tapi saya hanya tersenyum saja. Karena bisa jadi saya tidak displin dalam berseragam, tapi mari kita berkompetesi dalam displin yang lainnya. Apa yang saya lakukan hampir sama dengan pak Dedi, karena seragam yang ada tidak membuat saya nyaman saat memakainya dan juga tidak membuat saya merasa percaya diri.

Lalu baiknya seperti apa ?

Baiknya adalah seragamnya pantas, nayaman, dan membuat kita keren saat dipakai, kita menjadi orang yang taat aturan, berdisplin dan punya segudang prestasi serta tetap kritis dalam menyuarakan kebenaran itulah guru luar biasa yang bisa mengispirasi banyak orang.

Semoga tulisan sederhana bisa memberikan nilai manfaat untuk kita semua sebagai guru yang terus berjuang dalam mendidik generasi bangsa.

Namin AB Ibnu Solihin (Sekretaris Jendral Ikatan Profesi Guru Indonesia)

Poster Iklan Public Speaking Motivator Pendidikan

Blog Motivator Pendidikan Indonesia No. 1

Advertisements