Tags

, ,

sURAT Terbuka guru sd untuk jokowi

Hampir satu minggu surat terbuka untuk Presiden Jokowi  dari guru SD di publish, kini sudah lebih dari 50 ribu orang membacanya dan lebih dari 5 ribu orang men share nya di media sosial serta telah di publish oleh berbagai media nasional. Mau tahu bagaimana tanggapan surat terbuka ini?

Bagi yang belum membaca silahkan baca Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi dari Guru SD

Berikut ini adalah tanggapan surat terbuka untuk Presiden Jokowi yang datang dari berbagai kalangan seperti Guru, Dosen, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat :

Terima kasih Pak Namin, sudah menyuarakan hati kami yang resah, Melihat kondisi yang ada saat ini, yang semakin gak karuan saja, ingin rasanya saya menutup mata dan menulikan telinga, lalu mengajar saja. Tidak perlu ikut memikirkan nasib bangsa dan anak2 didik kita. Namun sebagai guru yang terlibat langsung setiap hari dengan anak2 di sekolah, ini tidak mungkin. Saya sangat…saaangat… khawatir akan dibawa kemana mereka. Tata nilai seperti apa yang mereka bawa menyongsong massa depannya sebagai generasi penerus bangsa. Prilaku pejabat publik dan etika politik tidak lagi sejalan dengan norma2 yang seharusnya. Belum lagi konten media televisi yang jauh dari nilai2 pendidikan. Sungguh hati ini tak bisa menerima.

Makin hari makin banyak saja kebijakan yang meresahkan. Hati kian bergejolak melihat ketidak adilan, justru di negeri yang mayoritas muslim ini, yang semakin termarginalkan. Kebijakan2 yang diambil melalui lembaga2 yang dibentuk untuk kepentingan masyarakat luas, justru dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok kecil orang. Saya sampai ragu, apakah sang presiden tidak sempat menggunakan mata dan telinganya sendiri saking sibuknya. Jika memang begitu, saya hanya bisa berharap Pak Presiden masih bisa menggunakan mata hatinya, yang mungkin masih tersisa. (Etylist)

Bu etty, sungguh…. Air mata saya menetes membaca komentar ibu, negara ini sudah salah urus…. Doa kita dan jutaan guru di Indonesia di ijabah oleh Allah SWT ! Aminnn (Bengkel Jaya)

semoga alloh dapat menjadikan indonesia negeri subur makmur yang umatnya selalu bersyukur sama yang maha ghofur…(Sugiman Tampan)

walaupun suratnya panjang dan lebar tetapi sudah mewakili banyak suara rakyat kecil terutama para pendidik. terima kasih buat surat terbukanya semoga bapak presiden juga terbuka pikirannya. terus berjuang untuk pendidikan di Indonesia Pak Namin (Adnan)

terlalu panjang suara hati untuk kutuliskan lewat media ini tpi dlm tulisan yg sudah d tulis oleh teman tadi sungguh terwakili (Singaparna)

ternyata kegelisahan yang saya rasakan, juga dirasakan oleh jutaan orang di negeri ini. dan surat tersebut sungguh menginspirasi, dan mewakili dari apa yang saya rasakan…..semoga generasi kedepan kita bisa lebih baik…
Amin…. (Abdilah)

Kan udah dibilang pak Jokowi hanya menang pamor saja, beliau belum pantas menjadi pemimpin negeri ini Jangan lah menyesal itu pilihan kalian waktu pemilu kemaren (Rajip)

mantaaaapppp……saya ucapkan terimakasih buat bapak guru SD, sudah mewakili kami semua sebagai tenaga pendidik….kalo saya mungkin gak sanggup untuk menulis sepanjang itu…lebih baik praktek lapangan…hehehe… (Acep Suwardi)

semoga presiden kita mendengar apa yang kita rasa kan… amiin (Desi)

Walau surat ini panjang, namun sya rasa masih terlalu pendek untuk menyampaikan semua kegelisahan dan kesedihan rakyat Negeri ini. Saya yakin apa yang kita lakukan dengan ikhlas, Allah Swt tidak akan menyia2kannya. Mari kita berdoa untuk Bangsa Indonesia, untuk Para Pendidik, untuk orang2 yang sedang berjuang, dan untuk Para Pemimpin, agar oleh Allah Swt senantiasa dberikan Taufiq dan Hidayah untuk melakukan yang terbaik, diberikan Rahmat dan Inayah agar selalu istiqomah dalam kebenaran. amin ya Robbal’alamin. Alfatihah. (Wawan)

Tetap optimis. Bang Namin semoga tetep istiqomah guru yang menjadi teladan bagi anak2. Bilang kawan2 guru yang lain kalo mau kaya berdagang jangan cuma berkeluh kesah.by AAJUREMI guru bahasa indonesia dan pedagang kaki lima (Juremi)

Alangkah lucu negeri kita ini Sungguh negeri yg sudah di atur alur critanya
negeri yg sudah menjadi negeri dongeng mungkin kita hanya bisa berkoar-koar dgn berbagai media tpi itulah usaha yg bisa kita lakukan
serta berdo’a agar negeri ini bisa mnjdi negeri yg Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. amin (Lindawati)

Suratnya sangat mewakili perasaan hati dari semua kalangan pak, tidak hanya bagi kaum guru saja tapi dari semua elemen masyarakat sangat menyadari hal ini, dari awal saya sangat meragukan kompetensi beliau untuk jadi seorang presiden, ternyata kehawatiran saya benar, semoga beliau bisa memperbaiki diri untuk Indonesia yang lebih baik. Sangat disayangkan jika bangsa yang sudag besar ini hancur karena kepemimpinan seorang presiden yg tidak kompeten dibidangnya, semoga Allah memberikan jalan untuk bangsa ini,,amieen :). (Wirahadi)

Saya muak dengan pemerintahan sekarang,rakyat semakin menjerit…. (Yudi)

Mungkin sy cuma anak remaja putri yg ingin di mengerti… dan tidak patut ikut campur urusan ini.. tp sy mersakan gmn pahitnya kehidupn pada saat ini.. ketika yg lebih menindas org yg kekurangan spt sya.. brkerja sekian lama to tidak mendpat ap2.. begitupun negara ini.. sudah lengkap kepahitan yg sy rasakan.. di pimpin oleh org2 yg memikiirkan dri sendri.. dan memandang rendah rakyt biasa degn perktaan yg sgt menyayat.. (Dessy)

Hampir semua orang yang saya temui merasakan hal yang sama seperti tulisan ini. Sungguh posting yang menggugah dan bisa jadi dasar untuk menggerakkan perubahan di negeri ini (Hendi)

Semoga saja dibaca bapak presiden (Ipik)

surat ini mewakili kata hati tak cuma guru tp juga rakyat indonesia pada umumnya..sy sbg pns di kota kecil juga heran dengan kebijakan bapak kita ini, andai bapak presiden tau dan melihat struk gaji teman-teman saya (mayoritas)…stop hentikan menteri-menteri bapak tiap hari membuat kebijakan2 yg kontroversial dan tidak memihak rakyat, dan stop berpura-pura tidak tahu dengan semua ketidakberesan yg terjadi setelah negeri ini bapak pimpin (Ariana)

saya berharab surat ini di baca oleh presiden dengan bijak tidak memandang negative (Zonita)

Subhanallah… luar biasa. Kami guru dari Aceh merasa terwakili… semoga negara ini bisa dipimpin lagi oleh pemimpin yang takut dengan Allah SWT. (Mahyin)

Guru di bayar murah untuk mendidik moral anak bangsa,artis di bayar mahal untuk merusak moral anak bangsa..mirrrriiisssnya negriku (Kalvin)

mudah-mudahan para pendukungnya bisa baca surat terbuka ini… (Al-Hafidz)

Terimakasih pak Namin. Isi suratnya sangat sesuai dengan harinurani saya sebagai dosen, sesama pendidik. Semoga tokoh kita yang satu ini senantiasa mensyukuri nikmat dan sekaligus insyaf dan bertaubat serta segera minta ampun kepada Allah swt. (Imron)

Terimakasih pak surat yang anda tulis mewakili perasaan rakyat kcil.semoga aja dibaca sama presiden dan segera insaf atas apa yang dilakukan di negeri INDONESIA  terCINta ini.. (Andi)

teruslah berikhtiar jangan pernah menyerah…. smoga pemimpin negri tergugah (Tri)

Alhamdulillah,msh ada yg mau mengingatkan.Insya Allah semoga pejabat di negeri ini tdk ingin akhlak penerus bangsa dirusak.Monggo bpk2 yg skrng diberi amanat utk memimpin cobalah merenung sejenak,grand design apa dibalik ini semua.Jika nantinya generasi mudanya dilenakan dg pemikiran yg serba pragmatis dan sdh tdk mementingkan etika moral,apkh nantinya akan jadi pemimpin yg sensitif dg keadaan rakyatnya (sdh ada contoh,tdk ada slng mengingatkan langsng main tabrak :pemblokiran,dan ada yg bangga bhs toilet adlh biasa)Semoga Allah td murka dg kesombongan kita. (Mekar)

Semoga Pemimpin Negara kita ini di buka kan mata batin nya dan di beri hidayah amiiinnn (Jack)

Saya sendiri selaku mahasiswa merasakan hal yang sama dengan penulis surat untuk Presiden. Ada banyak keluhan dari kami, dari teman-teman kami, dari dosen-dosen kami. Kami merasa Negeri yang kita pijak ini telah dekat dengan akhir zaman, kami merasa dunia ini tak lagi selebar daun kelor. Setiap hari kami makan harus mengeluarkan uang, memnag iya harus pakai uang buat membeli, tapi apakah yang disana tahu? Bagaimana cara kami mendapatkan uang? Tetes keringat kami tak sebanding dengan tetesan keringat pejabat berdasi, yang hanya mementingkan diri sendiri atau golongan. Apakah yang disana akan tetap seperti itu? Menaikkan harga sembako, bensin, dan lain-lain. Sedang kami harus berjuang panas hujan untuk mengenyam pendidikan ke kampus, sedang kami harus makan tiap hari. Kami memang miskin, tapi hati kami tak semiskin itu, kami masih punya perasaan untuk meningkatkan kualitas generasi adik-adik kami nanti, kami tak ingin generasi setelah kami hancur, tak bermoral, tak terdidik, tak berilmu dan main menang sendiri.
Apakah yang disana tahu? Belum lama ini saya membaca koran yang terbit di daerah saya, saya temui rentetan kejahatan-kejahatan di Negeri kami, tapi yang membuat hati saya menangis adalah ketika seorang nenek tua yang disangka sebagai pencuri kayu, begitu teganya pejabat negeri ini, namun bukti yang sudah jelas-jelas di depan mata, seolah bukti itu bayangan dalam gelap malam, begitu teganya pejabat negeri ini, bayangkan bila nenek tua itu adalah ibu kita sendiri. Akan seperti apa jadinya kita yang menjadi anaknya.
Kami semua disini berdoa, semoga apa yang telah ditulis dalam surat untuk presiden, dapat di aplikasikan dan di pahami oleh pemimpin negeri ini, kami berdoa semoga apa yang kami rasakan tentang kegundaha, kesedihan, dan tangisan, kan segera usai. Kami harap Negeri ini kembali bangkit dari tidur. (Doyo)

assalamualaikum wr.wb. Pak guru yang terhormat , izinkanlah saya mengenalkan diri ,saya juan utama ,saat ini saya sedang menuntut ilmu di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Utara,Jujur dari lubuk hati saya yang paling dalam,selaku mahasiswa turut merasa kecewa dengan pemerintahan yang sekarang ,ingin rasanya hati ini bergerak untuk melawan kekeceaaan itu ,ingin rasanya bisa mengungkapkan keluh kesah ini langsung kepada pak presiden,namun saya bukanlah aktivis yang bisa berorasi dijalanan untuk menyampaikan rasa kekecewaan itu, ,Sungguh saya merasakan apa yang bapak tuliskan di balik surat terbuka ini,Saya sangat terinspirasi dengan cara bapak menulis seperti ini .makna yang tersirat lain yang dpat saya tarik dari tulisan bapak :
apabila saya terinspirasi dan saya juga menulis seperti bapak ,dan tulisan saya juga dapat memberi manfaat bagi orang lain,sungguh betapa besar pahala yang mengalir tiada henti kepada bapak.Terima kasih buat pencerahan yang sudah bapak paparkan di blog bapak,Semoga Bapak di lindungi selalu oleh Allah SWT dan diberikan kelancaran dalam setiap melakukan aktifitas. (Juan)

Semoga saja bapak presiden baca surat ini ya Allah.. Menetes kan air mata saya baca nya pak 😉 (Fatimah)

seandainya semua guru beruara LANTANG SEPERTI BAPAK tentu bangsa bangsa ini terlalu repot untuk mengurus rakyatnya, solusinya adalah pemimpin yang tegas dan amanah dalam memperjuangkan generasinya untuk Indonesia selanjutnya. selamat pak.

Advertisements