Tags

, , , , , , ,

Gerakan Guru Membaca Buku

Memiliki ribuan buku dan perpustakaan megah di dalam rumah adalah impian saya, kecintaan saya terhadap buku begitu menggebu, saya menguatkan diri untuk membeli buku minimal 1 dalam sebulan. Tentu apa yang saya lakukan adalah untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya.

Saya tak tertarik untuk membeli sopa mewah, lemari hias, hiasan keramik, dan barang-barang pajangan rumah yang lain. Buat saya menjadikan dinding rumah sebagai rak buku adalah mimpi yang harus terwujud, jadi tidak ada ruang untuk memajang hiasan-hiasan rumah yang lain.

Saya sadar untuk mewujudkan mimpi itu tidaklah mudah, sama dengan tidak mudahnya saya mempimpikan diri untuk menjadi Doctor dalam bidang pendidikan. Tapi saya yakin jika ada niat dan kesungguhan Insya Allah semua akan terwujud. kenapa saya begitu yakin? pengalaman hidup yang saya jalani menjadikan keyakinan saya terhapad kekuasaan Allah begitu kuat. Apa yang terjadi pada hidup saya saat ini adalah merupakan impian-impian yang pernah saya tulis dan kini satu persatu mulai terwujud. Subhanallah begitu karunia Allah yang begitu besar.

Menyebarkan Virus Membaca Buku Kepada Guru

Setiap kali saya mengisi training dan seminar yang pesertanya guru-guru, maka saya selalu bertanya kepada mereka. Apa buku yang bapak/ibu baca dalam minggu terakhir ini?, Siapa yang dalam satu bulan membeli dan membaca 1 buku? Siapa yang di ruang tamu rumahnya terdapat rak buku?

Dari tiga pertanyaan tersebut dan dari peserta seminar yang jumlahnya biasanya  sekitar 50-100 peserta, hanya 1-3 orang yang menjawab atau mengatakan bahwa mereka sudah membaca buku dalam 1 minggu ini, mereka membeli minimal 1 buku dalam sebulan dan memiliki rak buku dalam rumah mereka.

Kondisi inilah yang kemudian membuat saya merasa prihatin dan saya harus berbuat sesuatu agar guru mau terus mengupgrade pengetahuannya yaitu dengan cara membeli dan membaca buku.

Lagi-lagi saya sadari tidak mudah melakukan ini, karena tidak semua guru suka dan mau membaca buku. banyak diantara mereka yang beranggapan telah memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi guru, kuliah 4 tahun dalam fakultas keguruan ilmu pendidikan atau fakultas lain menjadikan mereka percaya diri bahwa mereka memang layak mendapat gelar sarjana.

Harus kita menyadari bahwa zaman terus berkembang, teknologi semakin canggih, pergaulan globalisasi semakin meluas, jadi tidak alasan untuk berhenti belajar setelah menjadi guru. bisa jadi banyak pengetahuan yang tidak kita peroleh dalam perkuliahaan.

Berikut ini adalah cara saya menyebarkan virus membaca kepada guru-guru.

1. Memberi 1 buku kepada setiap guru pada setiap bulannya.

2. Guru wajib membaca dan meresensi buku tersebut kemudian di presentasikan dalam rapat bulanan.

3. Saya mewajibkan para guru untuk membuat satu tulisan yang saya masukan kedalam buku antalogi karya sekolah.

4. Setelah selesai membaca 1 buah buku, maka buku yang ada pada guru lain bergantian untuk dibaca oleh guru yang lainnya.

5. Para guru di anjurkan untuk terus menulis pengalaman mengajarnya dalam blog mereka masing-masing.

Catatan : posisi saya sebagai kepala sekolah sangat memungkinkan untuk melakukan gerakan ini bisa berhasil tentu dikarenakan berbagai faktor.

Apa yang saya lakukan memiliki beberapa nilai manfaat diantaranya adalah guru mulai membiasakan membaca, guru belajar menulis melalui resensi buku dan yang paling penting adalah guru belajar berbicara di depan forum menyampaikan hasil dari bacaan buku. Dengan demikian guru dengan secara tidak langsung bisa terus mengupgrade kemampuannya setiap sebulan sekali tanpa harus menunggu pelatihan.

???????????????????????????????

Foto diskusi bulanan di sekolah akhlak sedang membedah buku Totochan

Membudayakan Membaca Di Kalangan Mahasiswa

Kondisi minat baca mahasiswa dengan guru sama saja, yaitu sama-sama rendah. Apa yang saya katakan ini berdasarkan fakta, lagi-lagi saya temukan ini lewat seminar atau training yang saya isi serta dalam bangku perkuliahan.

Sebagai dosen tentu saya memiliki kesempatan banyak untuk menggerakan minat baca mahasiswa. Gerakan membaca buku pada mahasiswa saya lakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pada mata kuliah yang saya ajar yaitu Etos Kerja dan Ketahanmalangan mahasiswa wajib membedah 12 buku (sedikit kan?) dalam satu semester.

2. Buku-buku yang wajib di bedah antara lain : Kubik leadership, Self Driving, On, Terapi Berfikir Positif, 60 Biorafi Sahabat Nabi, Muhammad Al-Fatih, Ayah Buya Hamka, Toto Chan, Sepatu Dahan, CT Si Anak Singkong, Guru Gokil Murid Unyu dan Melunasi Janji Kemerdekaan.

3. 1 Buah buku di bedah oleh 1-2 mahasiswa.

4. Mahasiswa membuat PPT sebanyak 50 Lembar, 2 Video yang berhubungan serta di presentasikan dalam perkuliahan.

5. PPT Karya mereka wajid di uploud di slidshare.net kemudian dibagikan kedalam guru FB kuliah etos kerja dan ketahanmalangan.

6. Mahasiswa juga wajib menguploud Video Prsentasi buku di youtube dan di share di grouf FB.

Apabila point 4,5,6 bisa terpenuhi maka mahasiswa boleh mendapatkan nilai.

Kuliah Prodi Pendidikan Ekonomi Uhamka

Suasana perkuliahan di kelas yang saya ajar Prodi Pendidikan Ekonomi Uhamka Jakarta.

Contoh Video Prsentasi Buku Kubik Leadership oleh Mahasiswa

Contoh PPT yang di uploud di slidshare.net oleh mahasiswa.
Semoga artikel ini bisa memotivasi kita semua untuk terus bisa bersahabat dengan buku.
Baner Untuk Facebook dan Blog Namin AB Ibnu Solihin
Advertisements