Tags

, , , , , , , , ,

Guru Keren

Kulabuhkan Hatiku Pada Kecantikan dan Kegantengannya.

Hari ini adalah hari yang sangat instinewa bagi diriku, setelah 10 tahun berpisah kini kami akan dipertemukan kembali dalam sebuah moment yang sangat bahagia dan tidak akan pernah aku lewatkan.Ingin rasanya segera kudekap kehangatnnya dan ku jabat erat tangannya.

Waktu telah memisahkan kami lebih dari 10 tahun, selama 10 tahun itu pula aku tidak pernah tahu bagaimana kabarnya. Hingga saatnya tiba, kutemukan sebuah surat Undangan Reuni yang akan dilaksnakan hari ini. Undangan ini menjadi sebuah harapan baru bagi diriku, yang telah merasakan kehausan rindu bertahun-tahun, tak melihat canda tawanya, kehangatan dan keakrabannya.

Masih terbayang dalam ingatanku, betapa kami bahagia saat dipertemukan disebuah kelas yang menjadi sejarah yang tak pernah kami akan lupakan. Sejak pertemuan itu kami saling berbincang, main bersama, bahkan kandang kami menginap bersama dalam satu ruangan. Ah.. betapa bahagianya jika ku ingat masa-masa itu.

Warna putih abu-abu, adalah warna kebanggan bagi diriku dan tentu bagi teman-temanku, sebuah warna yang mencerminkan bahwa kami memang telah beranjak dewasa. Sebuah masa dimana kami bisa bebas memilih teman, bermain bersama, jajan bersama di warung, dan sesekali kamipun berkunjung ke rumah masing-masing.

Hari ini aku datang lebih awal, satu persatu teman-temanku mulai berdatangan pada acara reuni, setiap teman-temanku datang kujabat tangannya dengan erat, kudekap badannya, sambil memukul badannya penuh keakrabannya, dan kutannyakan “Bagaiman kabar kawan?’, dengan senyuman mereka mengatakan “Alhamdulilah aku baik-baik saja, kayaknya kamu makin ganteng aja nih” puji temanku, ah bisa aja kamu, jawabku.

Ratusan alumni datang pada hari ini menghadiri sebuah acara yang bersejarah bagi kami, setiap tamu yang datang dan pernah satu kelas serta menjadi pengurus osis kuperlakukan sama seperti teman-teman yang datang lebih awal. Kecuali teman-teman akhwat, aku hanya menyapa dengan mengucapkan salam dan mengangkat kedua tangan sebagai tanda salam. Karena aku tahu bersentuhan dengan yang bukan muhrim hukumnya adalah haram, jadi aku selalu berusaha menjaga etika ini sebagai seorang muslim dalam acara-cara yang sejenis.

Hari ini aku juga melihat perubahan drastis dari teman-temanku setelah 10 tahun berlalu, dari wajah-wajah mereka kutemukan hal yang luar biasa, ada yang berjenggot tebal dan bercelana tidak Isbal (orang sering menyebut celana cingkrang), ada yang berjenggot tapi sedikit dan tertata rapih, ada yang bergaya seperti pengusaha, ada juga yang gayanya dari sekolah gak berubah dan kutemukan juga yang paling membahagiakan adalah waja-wajah mereka yang tampak keren dengan rabut disisir kelimis, pakaian rapih dimasukan, wah bisa kutebak nih kalau gaya keren begini pasti guru.

Tidak jauh berbeda  dari teman-teman akhwat aku melihat perubahan yang luar biasa hal ini bisa aku lihat dari cara berpaikaian mereka sangat beragam, ada yang berhijab sempurna, ada yang sekedar pake kerudung, ada juga yang kerudungnya standar. Dari para akhwat ini juga kutemukan pakaian-pakaian yang sangat rapih mereka tampak cantik dengan pakaiannya nah, lagi-lagi kalau yang cantik-cantik ini pasti guru deh.

Waktupun terus berlalu dan semakin siang, acara reuni tepat jam 09.00 akan dimulai. Sebelum jam 09 tiba, kulihat guru-guruku mulai berdatangan, betapa kagetnya aku ketika melihat wajah mereka, saat berdiri aku tidak sendirian lagi tapi ditemani beberapa teman-temanku yang dulu menjadi pengurus osis. Oleh pihak panitia aku diminta untuk menyambut para tamu termasuk guruku, kenapa aku yang dipilih?, karena waktu sekolah aku pernah menjadi ketua osis, jadi mereka yang seangkatanku pasti semua mengenalku.

Teman-temanku yang berdiri disampingku mulai berbisik, wah guru-guru kita wajahnya gak berubah yang mereka masih kelihatan muda, masih keren-keren dan cantik-cantik seperti saat kita sekolah dulu (Dalam hatiku begumam makannya kalau mau keren jadi guru). Ya, Alhamdulilah Allah kini menakdirkan aku menjadi guru.Masih ingatkan temanku yang pertama datang mengatakan aku keren dan makin ganteng, sekarang baru tahu ini semua karena aku kini berprofesi sebagai guru.

Guru-guruku masa sekolah ternyata masih ada dari mereka kulihat ketenangan dan kebersahajaan, itulah pembawaan seorang guru, semakin lama mengajar maka semakin banyak makna hidup yang diperoleh, karena setiap tahun berganti, maka setiap tahun dan setiap hari pula bisa belajar banyak hal dari tingkah pola anak didik.

Akhirnya acara reuni pun dimulai dan berakhir pukul 15.00. Setelah acara reuni selesai aku pun berpaminatan dengan panitia dan para guru yang telah mengundang kami, semoga acara yang sama bisa dilaksnakan kembali.

Malam harinya seperti biasa sebelum aku tertidur dan berdoa, kutatap atap langit kamarku, kubayangkan indahnya hari yang telah kulewati dalam acara reuni. Hati ku semakin mantap dan mencintai profesi ini. Setiap kali kulihat wajah-wajah guruku saat SD, SMP dan SMK mereka selalu tampak keren dan cantik, walau murid-muridnya sudah punya anak bahkan anak anaknya sekolah ditempat yang sama dimana orang tuanya dulu sekolah.

Hem… kini akau semakin merasa bangga, ternyata aku memang keren..pantas saja istriku semakin mencintaiku. Jadi buat yang mau terus tampil keren dan cantik mulai dari sekarang bermimpilah menjadi guru, dan jika sudah terlajur berprofesi lain nikmatilah, karena pasti ada hikmahnya.

Menjadi guru juga merupakan berkah tersendiri, semoga Allah senatiasa memberikan harta yang halal kepadaku sehingga istri dan anak-anaku benar-benar menikmati makan bergizi tanpa tercampur dengan yang haram. Karena ku bermimpi seperti ayahnya Imam Bukhori yang tidak pernah memberikan makanan yang subhat apalagi yang haram kepada anaknya, sehingga imam bukhori tumbuh menjadi ulama yang besar dengan hafalan hadits yang luarbiasa.

Saat Aku Jatuh Cinta“Mendidik Dengan Keteladan Dan Cinta”

Advertisements