Tags

, , ,

stop noton tv

Motivator Kreatif- Apa kabar sahabat pagi ini ? Semoga semangat untuk membangun kualitas diri terus membara dalam diri kita, terutama bagi kita yang berprofesi sebagai seorang pendidik saya mengajak kepada anda semua “Ayo terus pantaskan diri kita menjadi pendidik yang berkualitas”.

Adakah diantara anda yang tidak pernah menonton TV?

Saya yakin siapapun diantara anda pasti pernah menonton TV, Bahkan sering dan dilakukan sejak kita masih balita kan?. Siapa yang memperkenalkan kita pada TV tentu orang tua kita.

Televisi merupakan sarana hiburan bagi masyarakat, hampir disetiap rumah saat ini memiliki televisi. Telivisi bagi sebagian orang seolah sudah menjadi tontonan wajib bahkan kini Teknologi Televisi pun semakin canggih.

Sejak usia balita lewat TV kita sudah di jejali dengan berbagai informasi termasuk dengan Film anak-anak seperti Doraemon, Sinchan, Ninja Hatori dan Film-Film yang lainnya. Pertanyaan apakah dampak tersebut setelah 20 Tahun kemudian bagi kehidupan anda? adakah berdampak postif atau negatif tentu anda yang bisa menjawabnya.

Sesungguhnya TV bukan sesuatu yang saya haramkan untuk di tonton, tapi apakah kita pernah melihat efek negatif yang sangat dahsyat dari sebuah tontonan sinentron di TV bagi kehidupan anak-anak anda dan tentu anak saya juga. Apakah kita tidak peka dengan gaya dan ucapakan anak muda bahkan balita saat ini, apakah yang terucap dan gaya hidupnya tidak lain karena pengaruh yang di tontonya.

Saya berani meyakinkan hampir sebagian besar tontonan di TV “Meracuni” generasi kita dan hanya sebagian kecil yang memiliki nilai manfaat bagi kita dan generasi kita.

Lalu jika ada sesuatu yang nilai manfaatnya sangat kecil apakah kita akan terus pertahankan dan berlama-lama untuk terus menonton TV, sementara tidak membawa nilai manfaat untuk kehidupan kita yang lebih baik.

Jika anda tidak setuju dengan padangan saya tentu anda bisa menuliskan kembali pandangan anda lewat blog atau media lain.

Sejak banyak tontonan TV yang tidak menididik, lalu apa yang saya lakukan sebagai seorang pendidik? Inilah gerakan yang saya lakukan :

  1. Saya melakukan gerakan Stop Menonton TV dari Pukul 18.00-20.00. Bagaimana saya mensosialisasikannya? Melalui sekolah atau lembaga pendidikan saya menyampaikan kepada para peserta didik dan orang tua murid agar tidak menonton TV pada jam tersebut kemudian saya perkuat lagi lewat surat edaran sekolah. Terus bagaimana dengan yang di lingkungan perumahan/masyarakat? dalam berbagai kesempatan seperti rapat warga dan kegiatan kajian serta lewat TPA yang saya kekolala saya menghibau anak-anak dan orang tua tidak menonton TV pada jam tersebut.
  2. Saya memulai dari diri saya dan keluarga saya, pada jam tersebut tidak menonton TV, hal ini saya lakukan secara konsisten (Istiqomah) dan Alhamdulillah karena di rumah saya pada jam tersebut ada kegiatan TPA jadi TV tidak pernah menyala.
  3. Saya menonton TV setelah jam 20.00 keatas itu pun saya hanya menton TV berita saja saya tidak menonton Sinetron atau acara hiburan lain, biasanya saya menonton paling lama sampai pukul 22.00.

Bagi saya sendiri hal ini tentu memiliki nilai manfaat yang sangat besar, setelah saya kurangi menonton TV, maka waktu-waktu tersebut bisa saya gunakan untuk membaca, mengetik dan bermain dengan anak-anak. Lebih bermanfaat bukan? dan dengan demikian anak-anak pun tidak menonton TV.

120 Hari Tanpa Nonton TV?

Setelah sebelumnya saya kurangi menton TV dan hanya menonton TV berita saja, Alhamdulilah sejak 3 Bulan yang lalu dan sekarang kurang lebih sudah memasuki 120 Hari atau 4 Bulan. Kini saya benar-benar Off menonton TV.

Kenapa saya lakukan seperti itu?

Saya merasa Tontonan TV telah meracuni cara berpikir saya tentang sesuatu, kadang saya terbawa oleh arus pemberitaan yang sedang terjadi seperti berita politik, berita ghibah dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut terbawa dalam diskusi kehidupan saya dan kemudian berdiskusi dengan teman-teman, kemudian kita berdepat ini itu, padahal belum tentu kebenarannya, sehingga menurut saya hal ini menimbulkan kemudorotan.

Saya tidak ingin anak-anak saya teracuni olen TV

Siapa yang harus kita salahkan jika anak-anak menonton TV, tentu yang salah adalah orang tuanya. Siapa yang akan kita salahkah jika anak-anak kita dalam berucapnya dan gaya hidupnya meniru idolanya di TV, tentu kita juga sebagai orang tua yang salah, yah, karena kitalah yang memperkenalkan TV kepada anak-anak kita. Saya ingin diri saya dan istri saya dijadikan sebagi idola bagi anak-anak saya.

Tontonan TV tidak sejalan dengan Gerakan Pendidikan yang saya lakukan

Saat ini saya sedang melakukan sebuah gerakan yaitu “Mendidik Dengan Keteladanan” jika saya yang melakukan geraka ini, malah asyik menonton TV, keteladanan apa yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita. Sungguh Televisi dengan tontonan yang penuh Hedonisme dan kehidupan Instan meruapak lawan yang berat bagi lembaga pendidikan Islam yang memperjuangkan nilai-nilai Akhlak dalam kehidupan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan, dengan Hidup tanpa TV?

Tanpa TV selama 120 Hari, sampai saat ini ternyata saya masih bisa menikmati hidup, bahkan saya merasa cara berpikir saya lebih jernih dan otak saya tidak teracuni oleh tontonan negatif dan yang paling penting saya merasakan ke tentraman yang luar biasa. Berikut ini hal-hal yang bisa anda lakukan sebagai peganti menonton TV dan agar kita tidak tertinggal dengan Informasi :

1. Membaca Buku, terutama buku-buku tetang peyemangat hidup yang bisa kita teladani seperti para Rasul dan Sahabat.

2. Melalukan berbagai aktivitas dengan anak-anak, seperti membuat sebuah mainan, menggambar, berdiskusi menonton Film melalui Note Book atau Laptop tentu Film-Film yang sudah kita pilih.

3. Berekreasi ke Taman Bermain, sebaiknya jangan terlalu sering main ke Mall, bermainlah ke alam terbuka, kalaupun ke Mall maka harus kita pastikan tujuan kita adalah ke Toko Buku, ke tempat bermain anak atau ke tempat makan saja.

4. Untuk memperoleh berita, kita bisa baca berita di media online, kebetulan saya seorang blooger jadi sebuah info terkadang saya dapatkan dari status orang, dari blog dan dari media online. Jadi tentang saja kita tidak akan tertinggal info terkini.

5. Mengikuti kajian, bergabung dengan komunitas, mendengarkan kajian di Radio dan hadir diberbagai event yang memiliki nilai manfaat adalah salah solusi agar kita terhindar dari TV

Apakah saya akan berhenti menonton TV secara Total?

Jawabannya tentu Tidak?, Ya, karena saat ini saya sedang menyiapkan anggaran untuk menghadirkan TV parabola di rumah saya dan saya hanya akan menghadirkan tanyagan Da’wah dan berita saja, saya yakin ini akan berdampak postif bagi kehidupan anak-anak saya dimasa yang akan datang.

Lalu bagaimana cara memulai agar kita tidak bisa mengurangi menonton TV?

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh banyak orang, mungkin artikel berikut ini bermanfaat untuk anda baca 5 Tips agar anak tidak suka nonton TV

Terimakasih, Semoga Bermanfaat !

Advertisements