Tags

, , , ,

Namin AB, Dedi Dwitagama, Wijaya Kusumah

Saya, Bang Dedi Dwitagama dan Om Jay sedang menikmati Batagor

Motivator Kreatif- Bandung memang kotanya Kuliner, salah satu yang terkenal adalah Batagor Bandungnya. Tapi kali ini saya tidak akan bahas makanan ada yang lebih menarik dari itu yang harus saya share ke sahabat semua dan buat saya ini sangat Inspiratif serta harus dan wajib kita teladani.

Sore itu kami setelah pulang dari pelatihan di SMK Bahagia, mampir dulu ke Batagor yang katanya paling enak di Bandung yaitu Batagor Riri. Akhirnya Bang Dedi sebagai leader kami mengatakan, oke kita kesana dan akhirnya saya, Bang Dedi, Om Jay dan Mas Yulef sampai juga ditempat.

Ini memang pertama kali saya mengamati sikap Bang Dedi Dwitagama, selama Pelatihan di SMK Bahagia, di perjalanan kemudian sampai di tempat kami makan Batagor, ada sesuatu yang menarik yang saya perhatikan. Yaitu Bang Dedi begitu sering mengucapkan kata “Terimkasih” kepada siapa saja yang melayani dan membantunya. Sungguh ucapan itu saya lihat bukan sekedar basa-basi tapi benar-benar memang sudah menjadi Habits yang postif yang dilakukan Bang Dedi selama ini.

Soamay Riri Kota Bandung

Batagor Riri Tampak Depan di Kota Bandung

Lalu saya beranikan diri untuk menanyakan, Bang Boleh gak saya tanya?, Saya perhatikan bang Dedi begitu sering mengucapkan terimkasih dan begitu ramah pada setiap orang?.

Dengan semangat akhirnya kuliah di tentang ” Mata Kuliah Terimakasih” di Kampus Batagor Bandung pun dimulai.

Sang Profesor Terimakasih (Dedi Dwitagama) akhirnya memulai kuliahnya dengan sebuah cerita menarik dan penuh hikmah :

Dulu, waktu saya menjadi wakil kepala sekolah, saya pernah diberikan tugas mendadak oleh kepala sekolah, yaitu sebuah tugas untuk membuat sebuah proposal bantuan. Kepala Sekolah menyampaikan kepada saya ” Pak Dedi, Tolong buat proposal pokonya saya gak mau tahu proposal tersebut besok harus selesai”, begitu kepala sekolah memerintah saya. Akhirnya saya dengan teman saya berdua malam itu juga sampai bergadang menyelsaikan proposal yang bernilai 150 Juta dan alhamdulillah proposal itu akhirnya kelar juga.

Pagi harinya saya datang terlamabat, karena tadi malam saya bergadang disekolah bersama teman saya menyelesaikan proposal tersebut. kemudian pagi itu juga saya berikan proposal tersebut, Pak ini proposal sudah selesai. Pak Kepala sekolah diam saja tanpa respon, akhirnya beliau menyampaikan sesuatu kepada saya ” Pak, Dedi sebentar kenapa anda datang terlamabat hari ini, besok jangan sampai terlamabat lagi yah” begitulah kepala sekolah menegor saya.

Kepala sekolah tidak menyadari bahwa keterlambatan saya datang ke sekolah, karena habis matian-matian mengerjakan proposal semalam, bahkan saya dan teman saya tak disediakan minum serta nasi bungkus sekalipun padahal proyeknya ratusan juta. Yak, bikin saya kesal bahkan mengucapkan kata ” Terimkasih” saja tidak dilakukan.

Akhirnya kemarahan saya memuncak pada hari itu, dengan tegas saya katakan kepada kepala sekolah “Apakah bapak tidak menyadari keterlabatan saya ini, karena akibat tugas yang bapak berikan mendadaka. Bapak tahu tidak, tadi malam saya bergadang mati-matian untuk menyelesaikan proposal ini. mana perhatian bapak, nasi bungkus pun tidak bapak kasih kesaya bahkan minuman pun tidak ada, bapak tidak memikirkan bahwa tadi malam kami kelaparan dan pagi ini saya mengantarkan proposal ini, tak ada kata “Terimakasih” pun yang bapak ucapkan kepada saya, dimana  nurani bapak sebagai kepala sekolah.

Akhirnya setelah dengan tegas saya katakan seperti itu, kepala sekolah hanya bisa terdiam dan mengatakan “Maaf Pak Dedi atas ke khilafan saya”.

Akhirnya setelah kejadian itu, saya bertekad dalam hati untuk kalau saya jadi kepala sekolah ataupun tidak akan terus mengucapkan kata “Terimakasih” kepada orang-orang yang telah membantu saya dan itu saya lakukan sampai dengan sekarang.

Wijaya Kusumah, Yulef Dian, Dedi Dwitagama

Bang Dedi Dwitagama, Om Jay dan Mas Yulef Dian

Sebuah cerita yang penuh dengan hikmah, kemudian bang Dedi berpesan keapada saya, Om Jay dan Mas Yulef dan kepada teman-teman yang lai.

Kalau anda jadi kepala sekolah, atasan atau rekan jangan pelit untuk mengucapkan kata “Terimakasih” kata yang sederhana dan gratis di ucapkan. bahkan jika harus mengucapkan kata “Terimakasih” kepada bawahan jangan pernah gengsi, karena ucapan terimakasih, bagi orang lain adalah sebuah penghargaan yang luar biasa dan orang akan merasa senang.

Ya, hari itu saya mendapatkan sebuah mata kuliah yang luar biasa. Saya sesungguhnya juga sudah lama melakukan hal itu bahkan juga menyampaikan kepada rekan-rekan guru dan juga saya contohkan kepada anak-anak saya dirumah. tapi rasanya Bang Dedi Dwitagama sangat luar biasa, itulah kenapa beliau adalah sosok inspiratif saya tulis juga di buku “Saya Mau Jadi Guru GoBlog”.

O ia, Buat bang Dedi Dwitagama saya juga mengucapkan ” Terimakasih….Terimkasih…Terimaksih” karena jadi dapat ilmu, Dapat Batagor Gratis dan Juga Nasi Padang Sederhana.  he..he…

Semoga Bang Dedi dan keluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan mendapatkan keberkahan dalam hidup. Amin..

Semoga tulisan ringkasan mata kuliah di Kampus Batagor ini bisa mengingatkan kita semua tentang penting mengucapkan kata “Terimakasih”, semoga juga diantara anda tidak ada yang tersinggung, kalau ada yang tersinggung cepatlah bertaubat, berarti ada sesuatu yang salah dari diri anda. jangan-jangan anda termasuk kedalam golongan orang-orang miskin mengucapkan kata “Terimakasih”. He..he.. saya sarankan teruslah belajar.

Akhirnya saya ucapkan selamat menikmati hindangan Batagor yang mantap ini.

Siomay Riri

Batagornya mantap Gede-Gede dan Nikmat

Sahabat, bagi saya sebagai pendidik dan juga sebagai seorang Blogger, setiap kesempatan yang saya lalui setiap harinya, pasti ada hikmah dan kejadian inspiratif yang bisa kita bagikan kepada orang lain. Inilah yang disebut bahwa ” Cara Mendidik yang terbaik adalah denga keteladanan” dari Bang Dedi ini, sebuah keteladan yang sangat bagus dapat kita contoh.

Semoga Bermanfaat, Terimakasih. Follow me @guruberakhlak

Advertisements