Tags

, , ,

inspirasi orang tua

 

Saya bersama Mas Sugiono dan Kakek Sirajuddin

Motivator Pendidikan Kreatif-Alhamdulilah hari ini kita berada di bulan syawal yang telah memberikan kebahagian bagi umat muslim diseluruh dunia. Setelah hampir satu bulan off menulis di blog, karena banyaknyaknya aktivitas di bulan Ramadhan dan juga kegiatan i’tikaf membuat saya untuk memutuskan istirahat sejenak untuk ngeblog, karena keinginanan saya untuk lebih khusu menjalankan ibdadah i’tikaf.

Pada kesempatan yang berbahagia ini pula saya mengucapkan :

“Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa siyamakum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H”

Pada I’tikaf Ramadhan 1435 H, saya bersyukur mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari para Ustadz yang mengisi program kajian intensif pada saat i’tikaf di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur. diantaranya Ustadz.Ihsan Tanjung,LC, Ust.Omar Mita, LC, Ustadz.Taqiyudin, LC dan Ustadz dan para ustadz yang lainnya.

Dan istiniewa pada i’tikaf kali saya bertemu dengan seorang kakek yang usianya sudah di atas 80 Tahun, Subhanallah Allah telah memberikan umur panjang dan umur yang bermanfaat untuk si kakek ini. Dari awal saya melihat kakek ini, ingin sekali saya berkenalan dan berbincang-bincang dan Alhamdulilah pada hari ketiga i’tikaf yaitu pada acara buka bersama Allah takdirkan saya untuk bisa berbincang-bincang dengan beliau.

Berikut ini hasil wawancara singkat saya dengan beliau :

Saya : Assalamulaikum… Mbah (saat itu saya memaminggilnya mbah),  Wah mbah sehat sekali yah, begitu saya memulai sebuah perbincangan.

Mbah : Alhamdulillah saya bersyukur Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada saya.

Pada saat saya berbincang dengan mbah, teman-teman yang lain juga sangat antusias dan memperhatikan sekali apa yang disampaikan mbah.

Saya : Namanya siapa yah mbah?

Mbah : Nama Saya Sirajuddin (Mohon maaf kalau salah nama, kalau ada anak atau keluarga yang membaca tulisan ini silakan mengkomirmasi kesalahan namanya)

Saya : Saya namin mbah, boleh gak saya nanya-naya smbah mbah?

Mbah : Boleh saja lah,

Saya : Mbah usianya berapa sih?

Mbah : Usianya saya 80 Tahun.

Saya : Wah subhanallah, usianya mbah sudah 80 tahun, tapi masih sangat sehat dan bugar yah. Boleh mbah ceritakan gak apa resepnya bisa se sehat ini?

Ya, siapapun yang melihat mbah Sirajuddin ini, pasti akan terkesima oleh kepribadiaanya yang berwibawa, badanya yang sehat walau usianya sudah mencapai 80 Tahun.

Perlu sahabat ketahui, bahwa saat i’tikaf kami beristirahat di lantai 2, jadi setiap saat mbah Sirajuddin harus naik turun tangga yang cukup tinggi, tapi sama sekali beliau tak pernah terlihat lelah.

Bahkan ketika beliau pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji, beliau masih kuat untuk naik ke Gua Hira.

Begitulah kekuasaan Allah, ternyata kesehatan bisa diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga makan dari harta haram.

Mbah : Rahasianya Sholat malamnya (Qiyamul lail)  jangan di tinggal.

Saya : Sejak kapan mbah mulai sholat malam nya tidak tertinggal?

Mbah : Sejak Tahun 1983 , saya tidak pernah meninggalkan sholat malam.

Saya : Subhanallah mbah berarti sudah lebih dari 30 Tahun tidak pernah meninggalkan sholat malam.

Mendengarkan jawaban itu saya dan teman-teman langsung merinding dan merasa kagum atas kesolehannya beliau. lalu ada teman saya berceloteh :

“Nah, disekitar kita ini banyak juga orang yang soleh yang perlu kita teladani, jika kita mengikuti ibadahnya para Nabi dan Rasul serta para sahabat dan ulama mngkin terlalu berat, coba bisa gak ibadah kita seperti beliau”

Yah, memang banyak orang-orang soleh disekitar kita, yang ibadahnya sangat luar biasa dan rasanya malu jika kita bersanding dengan orang-orang soleh tersebut, apalagi bersanding dengan para ulama, para sahabat dan para rasul.

Lalu pantaskah kita mendapatkan surganya Allah SWT, dengan ibadah kita yang biasa-biasa saja?

Perbincangan terus kami lanjutkan, layaknya seorang presenter atau wartawan saya terus menggali tentang bagaimana ke solehan yang ada pada mbah Sirajuddin ini.

Saya : boleh tanya lagi yah mbah, ada lagi gak mbah resepnya (he..he.. kaya nanya resep makanan aja)

Mbah : Sambung lidah rasul, maksudnya adalah menyampaikan Da’wah Rasulullah sesuai dengan kemampuan maksimal kita, dan perkokoh ukhuwah dengan sesama muslim.

Lalu saya memberi kesempatan kepada bapak-bapak yang lain yang ingin bertanya, silakan bapak-bapak ada yang mau tanya. akhirnya saya menyampaikan pertanyaan kembali berdasarkan pertanyaan titipan babak-bapak.

Saya : Bagaimana Tips abah dalam membangun keluarga

Mbah : Saya sering mengumpulkan keluarga saya istri, anak dan cucu-cucu untuk berdialog dengan berbagai hal terutama dialog tentang pengetahuan Islam. dengan seperti ini bukan hanya cinta yang tumbuh dalam keluarga tapi juga ilmu diperoleh keluarga saya. Jadi keluarga kami tumbuh dengan ilmu pengetahuan Islam.

Subahanallah, mampukah saya melakukannya, semoga seperti itu….

Saya : Mbah punya berapa anak dan cucu dan dengan siapa mbah i’tikaf?

Mbah : Saya punya 6 anak dan 21 Cucu dan saya i’tikaf kesini bersama sebagian anak saya dan cucu saya.

Saya : Bagaimana mbah menafkahi keluarga mbah sejak muda dan apa aktivitas yang dilakukan masa muda mbah.

Mbah : Saya berusaha sebaik mungkin untuk membaskan saya dan keluarga saya dari harta yang syubhat dan haram, karena itu kunci yang sangat penting untuk membangun keluarga. Saat muda aktivitas saya adalah seorang guru, ustadz, dosen dan juga aktivis Islam.

Sampai disini perbincangan kami selesai, karena adzan Magrib sudah berkumandang dan kami harus segera melaksankan berbuka puasa.

Subhallah hari itu saya dapat inspirasi yang luar biasa, kemudian timbulah pertanyaan dalam hati “Mampukah saya mencontoh sosok teladan mbah Sirajuddin, untuk melaksanakan Qiyamul lail selama lebih 30 Tahun berturut” Wah rasanya memang berat, tapi tentu harus saya usahakan deng semaksimal mungkin.

Semoga suatu saat saya bisa bertemu kembali dengan beliau..

Sahabat demikian cerita saya pagi ini, semoga bermanfaat dan bisa kita ambil keteladanan dari belia. Terimakasih, Follow me @guruberakhlak

Advertisements