Tags

, , , ,

motivator pendidikan anak-namin ab

 

guruberakhlak.com- beberapa minggu yang lalu sebuah pesan masuk di inbok facebook saya, dari salah seorang guru muda yang sedang menyelesaikan masalah begini pesan atau pertanyaanya :

Assalamu’alaikum.. Kang, Aku mau curhat nih.. Ada murid yg kelakuannya terlihat kalem, tapi pada nyatanya lapora yg aku dapatkan dari kawan2 sepermainannya dan guru yg pernah bertemu diluar. Anak tersebut sudah mulai pacaran dgn cara org dewasa dan melakukan hal-hal yang tidak baik. Aku coba tahan dan tidak membiarkan kawan2nya membesarkan berita itu ke yg lain, sampai pada saat bagi raport UTS aku ketemu sama orang tuanya dan melaporkan segala info yg aku dapat.. Namun disitu ibunya merasa tidak terima dan mencoba melakukan pembelaan thdp anaknya, tapi sampainya diluar lingkungan sekolah ibunya memarahi anaknya sepanjang perjalanan.. Dan aku perhatiin anak itu tergolong anak yg mudah terpengaruh dgn lingkungannya, sudah disampaikan agar anak tsb tidak bergaul dgn temannya yg bawa ke prilaku buruk tp dia masih dilakukan.. Sampai aku berpikir, apa orang tuanya tidak memperhatikan pergaulan anaknya sampai menuruti apa yg anaknya minta.. Memang anak itu anteng pd saat dirumah, tp tidak begitu pd saat diluar.. Mau ngamanin anak itu, tapi aku ga bisa mengontrol anak itu secara trus menerus.. Memberikan saran pd orang tua, malah orang tuanya berprasangka bahwa aku merasa direpotkan.. Didiamkan, aku takut berdampak buruk pd anak itu utk jangka panjang… Aku harus gimana???

Sebuah pertanyaan dan kejadian yang saya yakin juga di alami oleh sebagian guru, terutama wali kelas yang memilki peranan besar sebagai orang tua siswa di sekolah.

Tidak mudah memang mengkomunikasikan sebuah permasalahan siswa kepada orang tuanya, terlebih jika masalah tersebut adalah sebuah masalah yang mungkin memalukan bagi dirinya dan bagi keluarganya. selain itu tidak semua orang tua bisa menerima ketika sekolah atau wali kelasnya memponis bahwa anaknya bermasalah, karena mereka yakin bahwa di rumah baik-baik saja dan orang tua juga sudah merasa mendidiknya dengan baik.

Lalu bagaimana cara kita mengkomunikasikannya dengan orang tua siswa agar mereka juga mau menerima dan legowo menerima laporan dari wali kelasnya. berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa sahabat lakukan dan ini pernah saya lakukan :

1. Gunakana bahasa santun dan mudah di mengerti : Sampaikanlah permasalahan siswa kepada orang tuanya dengan bahasa yang santun dan tidak menggurui, karena wali kelas hanya sebagai penyampai informasi tentang beberapa kasus yang ditemukan terhadap anaknya. Sampaikan permasalahan dengan bahasa yang di mengerti oleh orang tua. katakan kepada orang tua misalkan “Ibu, mohon maaf saya akan jelaskan runtut permasalahan secara jelas, oleh sebab itu dengan hormat saya mohon ibu bisa menyimak penjelasan saya dengan baik”. Selain itu sampaikanlah bahwa anda juga sudah berusaha menasehati anaknya secara pribadi berkali-kali, namun anak ibu tidak mau berubah dan untuk mencari solusi yang terbaik, maka saya mengajak berdiskusi dengan ibu.

2. Dengarkan tanggapan orang tua dengan sebaik-baiknya jangan memotong pembicaraan : Setelah anda sebagai wali kelas menjelaskan permasalahan anaknya selanjutnya mintalah tanggapan dan solusi bersama dari orang tuanya. Jika orang tuanya legowo dan mau mengakui kesalahan orang tuanya dan berjanji akan memperbaikinya, maka bersyukurlah anda, sampai disini masalah anda selesai. Tapi ingat tidak semua orang tua seperti ini, banyak kasus yang ditemukan ada banyak siswa bermasalah ternyata juga orang tuanya bermasalah, apa itu maksudnya? ternyata orang tuanya juga emosian, merasa tidak mau disalahkan oleh pihak sekolah, merasa bahwa dia sudah mendidiknya dengan baik, dan akhirnya dia menyalahkan sekolah inilah yang saya sebut orang tuanya juga bermasalah. kalau begitu anda bisa lanjutkan langkah ke-3.

3. Mulai menyetuh hatinya untuk meminta perananannya sebagai orang tua : Jika orang tua sudah mulai emosi, maka langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan sebagi guru atau wali kelas adalah menyetuh hatinya tentu dibutuhkan kemampuan berbahasa yang santun dan cerdas menggunaknnya misalkan dengan seperti ini.

“Sudah ibu, boleh saya berbicara, baik ibu, tujuan saya memanggil ibu kesini adalah untuk menyelesaikan secara bersama permasalahan yang terjadi dengan anak ibu, apa yang kami lakukan adalah sebagi bentuk rasa sayang kami kepada anak ibu dan juga bagian dari tanggung jawab kami sebagai guru dan pihak sekolah. Apa yang kami lakukan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyalahkan ibu sebagai orang tua atau juga membeberkan aib anak ibu. Saya yakin tidak ada satupun guru atau orang tua yang mengingkannya seperti itu”

kemudian diam sebentar lihat reaksinya, berbicaralah dengan tenang dan tatap wajah sang ibu dengan penuh harap, lalu katakan kembali.

“Ibu, ayo kita sama-sama berjuang mendidik anak ibu dengan sebaik-baiknya, kami sangat bersemangat untuk membimbingnya dan saya harap juga ibu punya semangat yang sama dengan kami. Tentu ibu sangat paham bahwa tugas mendidik adalah tugas kita bersama, oleh sebab itu kami sangat yakin bahwa semua permasalahan yang ada pada anak ibu bisa kita perbaiki”.

Kira-kira seperti itu bahasa yang bisa anda gunkan.

4. MencarI solusi bersama : Jika orang tua sudah bisa di ajak berdiskusi dengan baik, maka langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah mencari solusi bersama. Hal-hal apa saja yang akan dilakukan guru di sekolah dan orang tua di rumah untuk memperbaiki ahlak anaknya.

5. Selesaikan bersama Kepala Sekolah :Jika pertemuan anda sebagai wali kelas dengan orang tua tidak menemukan titik solusi dan malah berdebat atau sama-sama emosi. Maka langkah selanjutnya ajaklah kepala sekolah untuk berdiskusi untuk myelesaikan masalhnya dengan baik, kalau ternyata orang tuanya tetap tidak terima juga. Maka berati memang orang tuanya juga bermasalah. disinilah pihak sekolah bisa mengeluarkan dan menjelaskan peraturan sekolah yang sudah dibuat tentang pelanggaran dan sanksi apa yang diberikan kepada siswa yang melanggar, ini merupakan tahap akhir dari sebuah solusi penegasan di sekolah. Saya yakin juga setiap sekolah punya sebuah kesepakatan bersama yang di tandangai orang tua dan sekolah lewat surat perjanjian, biasanya tercantum bagaimana mencari solusi jika anaknya bermasalah dan apa yang bisa dilakukan oleh orang tuanya.

Semoga jawaban singkat saya bisa memberi gambaran untuk anda guru muda yang sedang galau meyelesaikan permasalahan siswanya. Tentu ini hanya satu dari sekian juta solusi yang bisa dicari. Semoga bermanfaat.

Terimaksih sudah membaca artikel saya dengan baik, jika masalahnya selesai tolong beritahu saya dan jangan lupa follow me @guruberakhlak.

Advertisements