Tags

, , , ,

buku saya mau jadi guru goblog

Motivator Pendidikan Kreatif-Pagi ini seperti biasa saya lihat di Dasboard blog saya, untuk melihat perkembangan pembaca termasuk apa sih yang mereka butuhkan. Pagi ini saya melihat sesuatu yang baru dari pembaca yang di inginkan yaitu “Bagaimana Menjadi Motivator Pendidikan?”. Sebuah pertanyaan yang mungkin hanya bisa di jawab oleh orang-orang yang sudah malang melintang dalam memotivasi para pendidik dan juga para siswa tentunya. Jujur sayapun tak bisa menjawabnya, karena saya merasa belum menjadi Motivator Pendidikan yang Hebat.

Sebelum saya berikan tips bagaimana bisa menjadi motivator pendidikan, saya sampaiakan untuk sedikit pengalaman saya dalam dunia Public Speaking.

Saya sendiri mulai berbicara di depan Public sejak sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTS), Pada usia ini saya sering menjadi MC di kampung-kampung pada berbagai acara dan sekali-kali menjadi da’i remaja. Untuk berbicara di depan public saya setiap hari mendengarkan ceramah Ust.Zaenudi MZ di radio, saya benar-benar belajar otodidak tak ada guru yang mengajari saya bagaimana saya berbicara. Waktu masih MTS saya tidak mengenal istilah Public Speaking yang populer pada masa kini, dulu yang ada hanya latihan pidato, mungkin sama aja kali yah beda bahasa saja. untuk melatih supaya bisa berbicara dengan bahasa dan nada yang baik, selepas sholat magrib saya berlatih sendiri di Masjid, ceramah saja sendiri dengan gaya meniru KH.Zainudin MZ. Lagi-lagi tak ada orang yang bisa saya tanya bagaimana bisa berbicara dengan baik di hadapan public, yang pasti saat itu masyarakat sudah bisa menerima saya, dengan bukti sering di pake pada acara-acara resmi.

Kemampuan Public Speaking saya semakin terlatih ketika saya memasuki usia sekolah SMK, di SMK kebetulan saya menjadi pengurus IRM (Osis) bahkah ketika saya kelas 2 saya terpilih menjadi ketua IPM (Ketua Osis) dari sinilah kemampuan saya berbicara dihadapan orang banyak semakin terlatih. Saya sering berbicara pada acara-acara rapat, acara-acara pertemuan musyawarah dengan berbagai jaringan aktivis organisasi dan juga kultum setelah sholat berjamaah di sekolah.

Pada saat aktif di organisasi inilah saya mulai mengenal dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti latihan berbicara di depan public dan bagaimana menguasai audiens (Saat itu namanya latihan Retorika). Dari pelatihan inilah ilmu saya semakin bertambah dan tentu membuat saya semakin percaya diri saat harus terus memberi pengarahan setiap hari pada masa orientasi siswa baru (Fortasi) dengan jumlah siswa lebih dari 1500 orang.

Lulus sekolah SMK saya terus aktif beroganisasi sampai dengan sekarang saya menjadi pendidik. itu artinya kemampuan saya berbicara benar-benar di dukung oleh ke aktifan saya dalam dunia organisasi. Saya meyakini bahwa berogranisasi adalah salah satu cara agar kemampuan berbicara di depan public kita menjadi lebih baik.

Saat kuliah S1 pada acara-acara kampus saya sering juga di minta untuk menjadi MC, moderator dan memimpin diskusi baik pada acara perkuliahan dan juga forum-forum resmi. Pada saat kuliah juga kemudian Allah menakdirkan saya untuk menjadi penyiar radio sekaligus konslutan pada acara remaja. Tentu menjadi penyiar radio bukan hal yang mudah bagi sebagian orang yang baru memulainya, berbicara sendiri di depan mic ditemani dengan operator bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan seperti berbicara  berhadapan langsung dengan audiens. Menjadi penyiar radio semakin mengimbarkan nama saya di Bogor Timur saat itu, Kang AB, Itulah nama populis saya saat itu yang digandrungi para remaja. Menjadi penyiar radio saya jalani selam 5 tahun. Setelah itu saya pensiun dari dunia penyiaran kemudian beralih ke Media Cetak untuk menjadi Pemimpin Redaksi sebuah Majalah.

Kuliah semester satu saya sudah menjadi Guru. AKtivitas saya saat muda cukup padat, selain aktif di organisasi, juga harus mengajar di Sekolah Dasar, juga mejadi penyiar radio dan sesekali memberikan motivasi pada acara pelatihan-pelatihan aktivis pelajar. Yah.. sejak usia kuliah saya sudah sering mengisi acara-acar pelatihan yang dilaksankan oleh para pelajar dengan berbagai materi pelatihan seperti Public Speaking, Leadership, Retorika, Ke-Organisasian, Problem Solver, Manajemen Organisasi dan juga materi-materi motivasi secara umum.

Sudah 10 tahun lebih saya mengajar, semua tingkatkan sudah pernah saya rasakan. Mulai mengajar di TPA, SD, SMP, SMA, Perkuliahan S1 dan juga pernah menjadi asisten dosen di pascasarjana. Tentu saya lebih banyak menikmati mengajar pada jenjang sekolah dasar dan lebih asyik berbagai dengan mahasiswa. Pengalaman saya dalam dunia pendidikan dan aktivis organisasilah yang kemudian mengantarkan saya untuk menjadi Motivator Pendidikan sampai dengan sekarang.

Tentu tidak ada maksud dari saya untuk menyombongkan diri dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya hanya ingin memberikan gambaran nyata bagi para generasi muda yang ingin bercita-cita menjadi Motivator Pendidikan. Mulailah berlatih sedini mungkin sejak anda usia sekolah MTS dan teruslah latih sampai dengan anda kuliah dan jagalah sampai dengan anda menjadi pendidik yang kemudian pengalaman itu mengantarkan cita-cita anda untuk menjadi Motivator Pendidikan.

Berikut 7 ini Tips untuk menjadi Motivator Pendidikan

1. Cintai Profesi Pendidik :Tumbuhkanlah dalam jiwa anda untuk mencintai Profesi sebagai pendidik sejak dini banyaklah bergaul dengan lingkungan pendidik, bila perlu sejak muda anda suda mengajar walaupun hanya mengajar TPA, dengan seperti itu jiwa pendidik anda akan semakin terlatih sejak usia muda.

2. Aktifklah beroganisasi : Aktif dalam dunia organisasi memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kehidupan kita, setidaknya itu yang saya rasakan. Aktif berorganisasi menjadikan kita sebagai sosok yang tangguh, mandiri dan percaya diri. Aktif berorganisasi adalah tempat terbaik untuk mengasah kemampuan berbicara anda.

3. Latihan terus kemampuan berbicara anda (Public Speaking) : Tak mungkin kita akan menjadi ahli kalau kita malas untuk latihan, di zaman sekarang banyak sekali media yang bisa kita jadikan refesensi untuk melatih kemampuan berbicara anda. Seperti ikut pelatihan Public Speaking, Pelatihan Trainier atau Motivator, Mendengarkan Ceramah Motivator, Melihat Video di Youtube dan lain sebagainya.

4. Kuliah yang berkaitan dengan Profesi Pendidik : Bagamiana mungkin anda ingin disebut sebagai Motivator Pendidikan, Wong anda gak pernah bersentuhan dengan dunia pendidikan, tidak pernah mengajar, tidak pernah mejadi guru atau bahkan tidak kuliah pada fakultas yang tidak berkaitan dengan ilmu pendidkan. Jadi seriuslah dari sejak kuliah jika anda ingin menjadi Motivator Pendidikan.

5. Banyaklah membeli dan Membaca Buku : Kualitas ke-ilmuan anda akan semakin mantap untuk berbicara di depan public jika anda rutinkan membeli dan membaca buku setiap bulan minimal 1 Buku, atau lebih baik 2 buku dan tentu sesuaikan dengan kondisi anda. Ada tentu bebas membeli buku apa saja yang ada inginkan tapi alangkah lebih baik untuk membeli buku yang mendukung profesi anda sebagai pendidik juga sekaligus motivator pendidikan.

6. Orinetasi Mencerdaskan Guru dan Peserta Didik : Saya termasuk motivator yang siap untuk tidak dibayar, karena saya menjadi Motivator Pendidikan berorientasi bagaimana bisa mencerdaskan guru juga para pendidik. Saya sadar betul bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang tidak selalu ada kemampuan finansial, jadi saya juga sangat sering mengisi acara yang tidak harus selalu Money Oriented. Jadi tanamkanlah pada jiwa anda bahwa saya adalah pendidik dan tugas saya adalah berbagi bersama pendidik yang lain degan tidak harus berharap balasan.

7. Jadilah Telaladan : inilah yang saya takutkan, saya terkandang merasa khwatir, jangan-jangan apa yang saya sampaikan belum tentu saya lakukan. Oleh sebab itu jangan sampai Allah SWT murka kepada kita karena kita menyuruh orang lain untuk berbuat sesuatu tapi kita sendiri tidak melakukannya. Saya yakin anda sangat mengenal dengan kajian yang ini.

Catatan akhir saya : Untuk menjadi Motivator bukan hanya kemampuan berbicara saja yang dibutuhkan, karena banyak orang yang berbicara di depan publicnya bagus, tapi minim pengalaman dan tidak pernah menjiwai apa yang dibicarakannya, hanya akan terasa hampa. Jadi yang mantap itu jika anda ingin menjadi Motivator Pendidikan, Selami dan nikmati dulu menjadi pendidik barulah anda bisa menjadi Motivator Pendidikan, karena bicara bukan berdasarkan teori tapi berdasarkan pengalaman nyata yang sudah anda rasakan sendiri.

Selamat mencoba, jika anda sudah berhasil jangan lupa hubungi saya dan silakan follow me @guruberakhlak.com

Advertisements