Tags

, , , ,

motivator pendidikan indonesia

Motivator Pendidikan Kreatif- Masih ada sebagian orang tua yang menganggap bahwa sekolah dan gurulah yang paling bertanggung jawab dalam  pendidikan anak-anaknya, sehingga ketika ada sebuah perubahan negatif yang terjadi pada anaknya maka orang tuanya menyalahkan guru atau sekolahnya. Ada juga orang tua yang memiliki harapan besar kepada guru dan sekolah anaknya menjadi pintar dan memiliki akhlak mulia, sementara orang tua tidak pernah memberikan keteladan terbaik, terlalu sibuk bekerja, ketika ada di rumah lebih senang bermain dengan gadget atau mungkin lebih senang bermain dengan tetangganya, tidak menggunakan waktunya untuk bercengkarama dengan anak-anaknya.

Saya juga terkadang menemukan ada orang tua yang tidak terima ketika anaknya di hukum oleh guru, karena sang anak melakukan pelanggaran yang telah ditentukan oleh sekolah. Contohnya saya sendiri beberapa tahun yang lalu ketika saya masih menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, ada seorang siswa saya cukurnya rambutnya karena sang anak mencat rambutnya dengan warna pirang, dan bagi sekolah kami ini jelas adalalah sebuah pelanggaran yang berat dan perlu tindakan tegas, agar tidak di contoh oleh teman-temannya.

Satu hari setelah peristiwa itu saya di telepon oleh ibunya, beliau meyampaikan “kenapa bapak tidak bilang dulu sama saya kalau mau cukur rambut anak saya, kan bisa saya cukur sendiri?” begitulah ia mengungkap pertanyaan lau beliau melanjutkan “seharusnya bapak komunikasi dulu dengan saya kalau mau menghukum anak saya, anak saya kan sekarang jadi malu untuk sekolah”.

Dalam hati saya menjawab, wah bagaimana bisa sebuah sekolah jika mau mendisiplikan siswanya karena melakukan pelanggaran harus selalu minta izin sama orang tua yang bersangkutan, bisa hancur sekolah ini. Akhir saya jawab keluhan sang ibu ” Ibu mohon maaf, kami melakukan tindakan ini berdasarkan peraturan yang sudah ditentukan oleh sekolah, apa yang kami lakukan demi kedisplinan anak-anak kami dan juga anak ibu, saya berharap ibu mau mendukung apa yang kami lakukan jika ibu mau anak ibu tumbuh menjadi pribadi anak yang baik dan saya juga mohon ibu membimbingnya dengan baik di rumah.

Begitulah saya menutup pembicaraan lewat telepon, akhirnya satu minggu berikutnya sang ibu dan suaminya datang ke saya dan menceritakan kondisi mereka bahwa memang mereka berdua sibuk bekerja, setiap hari mereka berangkat jam 05 pagi dan pulang jam 10 malam. ketika mereka berangkat anak-anaknya belum bangun dan ketika mereka pulang anak-anaknya sudah tidur. begitulah runtinitas mereka sehari-hari hampir tak ada waktu untuk menemami anak-anaknya belajar atau sekedar bercengkrama. setiap hari anak-anaknya di rawat oleh pembantu, yang menyiapkan makan pembantu dan yang mengantar sekolah pembantu.

Begitulah sahabat ini adalah satu dari  ribuan permasalahan yang hampir sama di setiap sekolah. Anak-anak yang tumbuh dengan ketidak wajaran, banyak melanggar peraturan sekolah dan sikap-sikap mental emosional, adalah nyata dari sebuah efek pendidikan orang tua di rumah.Banyak kasus yang saya temui anak-anak bermaslah biasanya bermula dari anak-anak yang kurang pedampingan orang tua di rumah, ingat perhatian dan pedampingan tentu berbeda, pedampingan adalah orang tua ada disekitarnya ketika anak membutuhkan sementara perhatian banyak di terjemahkan oleh orang tua dengan memberikan segala fasilitas yang di inginkan oleh anak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah untuk menyadarkan orang tua yaitu melalui : Komunikasi dengan guru/wali kelas, orang tua bisa terus berkomunikasi tentang perkembangan anaknya di sekolah dan guru juga harus terus mengingatkan agar orang tua juga peduli tentang pendidikan anaknya di rumah.Seminar Parenting, sekolah perlu juga melaksanakan seminar parenting terutama membahas tetang pentingnya perananan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya di rumah dan tentang pentingnya keteladanan orang tua. Kajian Islam, sekolah perlu menyampaikan contoh-contoh pendidikan yang dilakukan oleh Rasululullah, para sahabat dan para ulama hal ini penting untuk menguggah kesadaran orang tua dalam mendidik anak-ananya.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, oleh sebab itu komunikasi begitu penting di bangun oleh pihak sekolah atau guru dengan orang tua. karena yakinlah tidak akan sebuah pendidikan yang berhasil jika tidak ada pendidikan utama dari orang tua. Ayo kita terus untuk begerak melakukan cara mendidik dengan keteladanan yang dimulai dari rumah.

Advertisements