Tags

, ,

Motivator Pendidikan Kreatif-  Dua tahun yang lalu seorang Doktor dalam bidang riset  lulusan Amerika Serikat, berkata kepada saya dan teman-teman di Pasca Sarjana Uhamka. Menurut beliau ada dua negara yang perkembangannya luar biasa terutama dalam bidang Teknologi yaitu Cina dan India. Dosen Pasca Sarjana Uhamka ini menyampaikan bahwa India dan Cina adalah sebuah negara yang sedang berlari, pada saat memulai langkahnya mereka secara kreatif tidak di mulai dari titik nol (merangkak) tapi mereka mulai kreativitasnya dengan berjalan. Sementara Indonesia adalah negara yang baru bisa mulai merangkap dan kini dengan perkembangan teknologi yang ada Insyallah Indonesia pada 10 tahun yang akan datang sudah bisa berjalan. Nah, itu dulu saat mata pelajaran TIK dan KKPI belum di hapus dari kurikulum 2013, kalau sekarang di tanya komentarnya, mungkin beliau akan mengatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah bisa berjalan dan mungkin akan tetap merangkak sebagai negara yang tidak memikirkan kualitas bangsa.

dUKUNG AGTIKKNAAS

Setelah 10 Tahun berlalu ketika India dan China sudah terbang di angkasa raya, Indonesia kemungkinan baru bisa berdiri atau bisa berjalan,  itupun kalau TIK dan KKPI tetap ada di kurikulum 2013. lalu bagaimana jika TIK dan KKPI tetap di paksakan di hapus dari kurikulum 2013, maka saya meyakini bahwa Indonesia akan semakin mundur dan tertinggal jauh dengan negara-negara maju yang lainnya.

Sungguh ironi memang melihat kebijakan pemerintah yang seolah tak melakukan analisa yang jelas dan tidak melakukan riset faktual terhadap petingnya mata pelajaran TIK dan KKPI. Seorang siswa tidak mungkin langsung bisa menguasai komputer tanpa ada seorang guru yang mengajarkan dan tapa ada kurikulum yang mengaturnya. adalah sebuah keajaiban jika anak SD tiba-tiba bisa menggunakan komputer tanpa ada guru dan kurikulumnya.

Sebagai seorang pendidik wajar jika teman-teman yang tergabung dalam AGTIKKNAS ini merasa gelisah dan khawatir, saya pun meyakini bahwa apa yang mereka perjuangan selama ini bukan persoalan kepetingan mereka sendiri tapi lebih dari itu bahwa teman-teman AGTIKKNAS memiliki cita-cita besar untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang melek terhadap teknologi.

Minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara Dialog Nasional di PP Muhammadiyah, Prof.Dr.Ahmad Syafii Ma’arif menyampaikan bahwa para oran tua yang sudah sepuh, para pensiunan harus mengerti tentang teknologi, karena sekarang untuk mendapatkan informasi bisa di lakukan hanya dalam waktu beberapa detik saja. Buya syafii juga mengajak masyarakat agar memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat, oleh sebab itu beliau menghimbau walau sudah berusia tua kepada para orang tua agar belajar komputer dan teknologi.

Sungguh miris memang di saat banyak orang mengkampanyekan gerakan menggunakan teknologi secara cerdas, sementara pemerintah malah menghapus sebuah kurikulum yang bisa mengantarkan anak-anak generasi bangsa ini mengenal teknologi.

Selamat berjuang teman-teman AGTIKKNAS, Semoga Allah memudahkan langkah teman-teman.

Advertisements