Tags

, ,

Ketakutan

 

Ada sebuah ungkapan dalam dunia organisasi : Orang Yang paling terkenal dalam organisasi bukanlah orang yang memilki jabatan tertinggi, tetapi orang yang bekerja penuh Semangat dan Dedikasi dan kebermanfaatannya terasa oleh banyak orang. Jadi menjadi pengurus oragnisasi bukan hanya numpang nama dan jabatan bahkan tidak pernah melakukan apa-apa.

Memulai sebuah langkah baru tidaklah mudah, ada banyak keraguan yang sering menghampiri perasaan kita. Ketakutan yang berlebihan membuat kita tidak berani melangkah, pertimbangan yang terlalu banyak, membuat impian kita untuk  membangun gedung yang mewah tak pernah bisa di wujudkan. Pertimbangan dan kegelisahan, masalah keuangan, membuat kita menyekolahkan anak kita di tempat seadanya, yang penting sekolah sajalah, bukan ditempat terbaik yang mampu membangun keperibadian anak kita.

Ada cerita menarik tentang ketakutan yang berlebihan :

Seorang pria memilki ketakutan yang luar biasa untuk menaiki pesawat terbang karena takut jatuh dan taku mati. Karena dia sering melihat berita di TV ada banyak pesawat di Indonesia yang jatuh baik di penggunungan atau pun dilaut, pesawat yang jatuh tersebut kemudian hancur berkeping-keping, pesawat yang terbuat dari baja dan besi-besi saja hancur, apa lagi manusia dipastikan tak ada lagi yang tersisa. Padahal cita-cita sang Bapak adalah menjadi sang Motivator dan Trainer, tentu seorang trainer dan motivator tidak hanya berbicara dimana ia tinggal tapi dia harus bersedia mengisi dimanapun di seluruh pelosok negeri ini bahkan keluar negeri.

Hari demi hari namanyapun mulai dikenal oleh banyak orang, termasuk dari Kalimantan. Suatu saat ada seseorang menelepon beliau, untuk mengisi motivasi di daerah Kalimantan, akhirnya beliau bertanya naik apa saya kesana? Bapak harus naik pesawat tiket kami yang menyedikan bapak tinggal berangkat saja jawab sang panitia yang menelopon. Aduh maaf saya gak mau kalau naik pesawat takut jatuh, nanti kalau saya meninggal, bagaimana anak-anak dan istri saya,  bagaimana mobil yang saya baru beli. Singkat cerita sang motivator pun tak menyanggupi acara tersebut, dan terus berlanjut tak ada satupun acara yang pernah ia sanggupi di luar kota karena semuanya harus naik pesawat.

Akhirnya ia berfikir, jika seperti ini terus bagaimana saya bisa mendapatkan uang dan bagaimana pula saya bisa menjadi Motivator terkenal. Diapun merenung apa yang harus saya lakukan, akhirnya dia memutuskan kalau ada yang menelopon lagi akan dia sanggupi tapi dengan naik mobil saja. Hari berikutnya ternyata benar masih ada yang telepon sang motivator, walau kabar sudah terdengar kemana-kemana bahwa motivator yang satu ini tidak mau naik pesawat. Tapi tetap saja ada  panitia seminar yang menelpon dari padang, sang panitiapun menawarkan untuk naik pesawat, namun sang motivator menolaknya untuk naik pesawat  namun sang motivator menyanggungi untuk mengisi acara seminar.

Akhirnya 4 Hari sebelum seminar, sang motivator mulai berangkat dari Jakarta melalui jalur darat, Perjalanan yang dia tempuh cukup lama, dan harus menginap di hotel ketika malam tiba. Perjalanan lelah pun ia  lalui, akhirnya tiba juga di kota padang, namun naas apa yang terjadi baru memasuki kota padang kecelakan menimpa dirinya, mobilnya oleng menabrak trotoar, dikarenakan sang motivator kelelahan membawa mobil.

Begitulah sahabat, kematian bukanlah sesuatu yang bisa kita ketahui. Ketika Allah sudah menakdirkan kematian akan segera menjemput diri kita, maka kematian itu pasti tiba. Ketika naik pesawat terbang, ketika naik motor, naik mobil, saat berjalan bahkan ketika kita tertidur. Kematian adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Jangan sampai impian dan cita-cita hancur dan tak berbekas untuk banyak orang, karena hanya faktor ketakutan yang berlebihan. Kita ingin membuka TPA yang gratis, karena kita ingin mencerdaskan dan mensolehkan generasi Islam, tapi kita takut TPA kita tidak di minati, kita takut TPA kita di anggap sesat, akhirnya TPA yang memilki cita-cita yang muliapun  tak pernah bisa terwujud. Walhasil bermunculan lah TK yang liberal, yang mengajarkan Hedonisme pada generasi Islam, Peluang itu akhirnya diambil oleh orang lain. Penyesalan lah yang kemudian kita dapatkan.

Begitulah saya ingin memotivasi teman-teman saya, kita harus mulai melangkah dengan wajah baru. Atas modal semangat tinggi itulah yang kemudian melahirkan sekolah Akhlak. Sekolah akhlak juga berdiri atas dukungan para pimpinan persyaraikatan Muhammadiyah yang tidak lelah mengadikan dirinya untuk berjuang menegakan amar ma’ruf nahi munkar, semangat dari para orang tua ini pula yang kemudian menjadi inspirasi kami. Begitulah dahsyatnya sebuah keteladanan, yang mampu membangkitkan semangat kita, keteladanan adalah bukti nyata kerja dan sikap seseorang yang telah banyak melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk umat.

Ketakutan yang berlebih hanya akan membunuh kreativitas kita dan menumbangkan semangat kita. Membangun sekolah akhlak bukanlah sesuatu yang mudah, ada banyak orang yang “alergi” dengan kata akhlak, karena mungkin di anggapnya terlalu alim, atau di anggap sok suci dan merasa orang yang paling berakhlak.  Atau terkadang ada kata-kata sinis akhlak ko ada sekolahnya segala, begitulah nada-nada miring yang sering terdengar ditelinga ini. Tapi itu tidak menyurutkan kami untuk terus mewujudkan cita-cita kami untuk mewujudkan guru, orang tua dan generasi berakhlak.

Suatu saat saya menceritkan perkembangan sekolah akhlah kepada rekan-rekan guru di sekolah lain. Saya sampaikan bahwa saya bersyukur siswa-siswa sekolah akhlak secara umum memiliki kepribadian yang bagus, sopan, santun, bicara dengan baik, sholatnya rapih dan lain sebagainya. Namun tiba-tiba respon yang tidak enak saya dengar dari teman saya dengan mengatakan “ah itu kan karena siswanya baru sedikit, tidak ada kakak kelasnya, dan tidak ada yang mempengaruhinya”, begitulah sahabat saya berkomentar. Komentar tersebut bisa jadi ada benarnya, namun buat saya komentar-komentar seperti ini hanya menujukan rasa pesimis kita dalam membangun generasi terbaik, bukankah ini adalah awal yang tepat untuk membangun generasi selanjutnya yang lebih baik dari ini, kepribadian siswa bukan hanya di pengaruhi oleh kakak kelasnya bisa jadi karena budaya sekolah yang ada. Oleh sebab itu bangunlah budaya sekolah sejak awal dan konsisten mempertahakannnya, serta teruslah belajar dari banyak orang disekitar, agar budaya sekolah yang kita miliki kekuatan dalam menciptakan kepribadian yang utuh.

Sesuatu yang baru dan bersifat aneh, terkadang memang akan menjadi bahan gunjingan orang. Ini bukanlah hal yang pertama bagi saya, beberapa tahun yang lalu saat saya membuat Brand Creative School di SD Muhammadiyah 02 Cileungsi, dengan berbagai kegiatan yang tidak pernah ada sebelumnya di lingkungan kami. Saat itu juga banyak orang yang mengkritik dan mengunjunginya, namun selang beberapa tahun akhirnya ada banyak sekolah yang menirunya. Begitulah sebuah gagagsan baru, awalnya di caci tapi kemudian yang mencaci ternyata mengikutinya. Jadi mari kita tumbuhkan semangat dan menghilangkan ketakutan untuk melahirkan karya terbaik yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Advertisements