Tags

,

Pelatihan Kurikulum 2013

 

Guru Berakhlak- Dua minggu yang lalu sahabat saya dari Penerbit Yudistira mengirim BBM kepada saya untuk mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013 yang dilaksankan oleh Yudistira, bertempat di SD Husnaiyin Bekasi. Pelatihan ini gratis untuk seluruh rekanan sekolah yang menggunakan Buku Yudistira, walau sebenarnya saya kurang antusias, tapi akhirnya saya memutuskan untuk ikut pelatihan ini.

Sabtu 29 Maret 2014, saya dan teman-teman tiba di SD Husnaiyin Bekasi, sekitar pukul 08.00, dan acaranya baru saja dimulai. ada sekitar 100 peserta yang hadir, mereka terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. adapun yang menjadi pembicara adalah Dr.Hj.Lili Nuralaili.M.Ed belaiu adalah salah satu tim perumus kurikulum 2013 dari kemendikbud.

Berikut ini beberapa hal catatan penting bagi saya tentang kurikulum 2013

Kurikulum 2013 kebijakan yang penuh tanda tanya

Saya sedikit banyak sudah tahu tentang ketidak matangan tentang kurikulum 2013 ini, karena beberapa bulan yang lalu saya berbincang-bincang dengan Om Jay. bahwa ada banyak ketidaksiapan di dalam kurikulum 2013. Kemudian saya melihat ada sikap gegabah yang dilakukan oleh pemerintah dalam persoalan ini, terutma dalam penghapusan mata Pelajaran TIK dan Bahasa Inggris dan Lahirnya Konsep Pembelajaran Tematik. hal ini saya bisa tangkap dari Jawan pembicara pada pelatihan kurikulum 2013 ini.

Kenapa Bahasa Inggris dan TIK di hilangkan?

Seorang guru Bahasa inggris bertanya kepada pemateri, beliau menyampaikan kegalauannya tentang ketidak jelasannya sebagai guru Bahasa Inggris, kegaulauan ini bukan hanya dirasakan oleh guru Bahasa Inggris juga dirasakan oleh Guru TIK. Beliau menyampaikan bahwa sampai saat ini belum pernah ada pemberitahuan secara resmi dari diknas pendidikan tetang nasib mereka.

Jawaban yang tanpa beban dan asal aman

Akhirnya DR.Lili yang saat itu sebagai pembicara menjawab seluruh pertanyaan yang semuanya penuh kegaulan. berikut ini jawaban beliau yang bisa saya tangkap.

Saat rapat dengan mendikbud, sebenarnya ada peserta rapat yang sudah mempertanyakan nasib guru bahasa inggris dan TIK yang mata pelajarannya sudah di hapus pada kurikulum 2013. kemudian di jawab oleh mendikbud, bahwa untuk guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan TIK sertifikasinya aman sampai dengan 2015. Setelah tahun 2015 mereka harus memilih mau jadi guru Penjasorkes, Guru Kelas, atau Guru Agama. begitulah kira-kira jawaban pembicara tersebut.

Dari jawaban yang ada ini, kemudian saya menyimpulkan bahwa pemerintah terlihat kurang mantang dalam menetukan kebijakan kurikulum 2013 dengan menghapuskan mata pelajaran TIK dan Bahasa Inggris, khususnya pada jenjang sekolah Dasar. saya melihat jawaban itu hanya menenangkan sesaat agar guru-guru tidak galau dengan sertifikasinya, padahal yang kita persoalkan bukan masalah sertifikasinya tapi tentang kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan, dimana kecanggihan teknologi semakin muktahir dan Bahasa Inggris merupakan Bahasa Internasional yang harus dimiliki oleh anak bangsa ini.

Kenapa Jadi Guru Borongan bukan Guru Perbidang Studi?

Kadang kebijakan pemerintah selalu menyamakan antara sekolah swasta dan negeri, padahal secara manajamen pengelolaan sekolah swasta sangat berbeda dengan sekolah Negeri. di Sekolah Dasar Negeri dengan jumlah 12 kelas mungkin hanya ada 12 guru, tapi beda dengan sekolah swasta mungkin bisa mencapai 20 guru atau lebih. Sejak bermuculan sekolah-sekolah swasata modern, sekolah swasta sudah menerapkan guru bidang studi, sehingga mereka mengajar berdasarkan basic pendidikan nya, dan apa kualitas SD Swasta jelas lebih berkualitas hasilnya dikarenakan di ajar oleh guru dengan bidang study masing-masing. kualitas ini bisa dilihat dengan banyak masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SD Swasta walalupun harus bayar sementara di sekolah Negeri Gratis. kita lihat saja apa yang bisa dihasilkan kurikulum 2013 ini, akankah berhasil atau akan berganti kurikulum baru setelah pemilu 2014.

Penilaian Tanpa angka, berati tidak adala lagi Ujian Nasional?

Inilah kemudian yang menjadi salah satu pertanyaan para pendidik, dalam kurikulum 2013 tidak ada lagi penilaian berdasarkan angka, tapi menggunakan deskriptif atau penjelasan. kalau nilai sudah tanpa angka, maka tidak ada lagi KKM dong, tidak ada lagi Nilai minimal Hasil Ujian Nasional, dan berbagai pertanyaan lain tetang nilai di kurikulum 2013 termasuk masih adakah Ujian Nasional, kalau ada bagaimana mengukurnya?

Bagamaiana Nasib Prodi Pendidikan  Bahasa Inggris dan TIK?

Inilah pertanyaan selanjutnya, lalau bagaimana dari kedua prodi tersebut masihka ada, lalu bagaimana dengan para mahasiwa prodi pendidikan bahasa inggris, akankah mereka masih semangat untu kuliah?

Sampai saat ini masih banyak pertanyaan dari teman-teman pendidik yang belum bisa terjawab oleh pemerintah khususnya diknas pendidikan. hal ini karena lambannya sosialisai kurikulum 2013, sementara tahun ajaran baru 2014/2015 tinggal tiga bulan lagi. akan sukses kurikulum 2013 diterapkan tahun ini, atau mungkin yang penting sukses pemilu dulu.He…he… kita lihat saja perkembangannya..

Advertisements