Tags

, ,

Baca buku

 

Sahabat @guruberakhlak, buku apa yang terakhir anda baca bulan ini? berapa buku yang anda beli dalam sebulan?

Begitulah pertanyaan yang sering saya ajukan kepada peserta pelatihan jika saya mengisi materi, dari sekian banyak peserta biasanya hanya sekitar 3-5 orang yang masih ingat buku apa yang ia baca terakhir dan hanya sekitar dua orang yang terbiasa membeli buku 1 bulan 1 buku.

Hasil kajian Program for International Student Assessment (PISA) 2009 :

Indonesia Peringkat ke-57 dari 65 Negara dalam kemampuan Membaca

Berikut ini saya kutip artikel yang terdapat di websitehttp://duniaperpustakaan.com/

……………………………………………………………………………………………………………………………

Pelajar perempuan memiliki kemampuan membaca lebih baik dibandingkan dengan pelajar laki-laki. Padahal, kemampuan membaca dalam arti luas terbukti menjadi kunci penting untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi. Meski begitu, kesenjangan dapat dijembatani dengan membantu pelajar laki-laki lebih banyak dan suka membaca.

Hasil kajian Program for International Student Assessment (PISA) 2009 memperlihatkan, di semua negara yang dinilai, skor membaca siswi perempuan lebih tinggi hingga 39 poin yang setara dengan lebih dari separuh kecakapan belajar dalam setahun. PISA adalah penilaian yang dilakukan tiap tiga tahunan oleh lembaga yang berafiliasi dengan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Negara yang berpartisipasi adalah 34 negara OECD dan 31 negara mitra, termasuk Indonesia, atau kota (Shanghai, China), dan satu wilayah khusus (Hongkong).

Tahun 2009 PISA menilai kemampuan membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan iptek (www.pisa.oecd.org). Laporan ini juga mengindikasikan kemampuan sumber daya manusia suatu negara dalam bersaing di dunia internasional.

Secara keseluruhan, posisi Indonesia berada pada peringkat 57 dari 65 negara. Dalam kemampuan membaca, skor Indonesia adalah 402, sementara skor tertinggi diraih Kota Shanghai, China. Rata-rata, siswa dan siswi di Shanghai menunjukkan kemampuan paling tinggi dalam kemampuan matematika dan iptek (skor 600 dan 575). Adapun untuk kedua bidang tersebut, skor Indonesia adalah 371 dan 401.

Nah, perihatin sekali bukan, bagaimana bangsa ini mau maju, jika perpustakaan sekolah hanya menjadi Gudang Buku, bukan tempat yang menarik bagi guru dan siswa untuk mencari referesnsi atau ilmu pengetahuan yang lain. kita sering mendengar istilah “Banyak bacak banya Tahu“, “Membaca Buku adalag Jendela dunia”

Berikut ini 4 Cara yang saya lakukan agar guru suka membaca buku :

1. Memberi 2 Buku setiap bulan kepada Guru

Insyallah saya menjaga Istiqomah agar setiap bulan saya harus membeli 1 Buku, saya lebih senang membeli buku yang memang kebanyakan berlaber Best Seller karena biasanya memang buku itu bagus atau juga saya membeli buku berdasarkan kebutuhan yang ada. Nah, buku-buku yang saya beli ini saya mewajibkan kepada Guru untuk membaca juga minimal 2 Buku saya pinjamkan kepada guru untuk dibaca secara bergantian, setelah membaca buku mereka wajib untuk menyampaikan isi buku yang menurut mereka paling bermanfaat dan bisa di aplikasikan dalam kehidupan nyata.

2. Membaca Info di Blog saya http://www.guruberakhlak.com atau di website sekolah.www.sekolah-akhlak.com

Saya selalu memberikan informasi terbaru apa yang saya tulis di blog saya dan website sekolah, melalui brefing pagi info itu saya sampaikan. biasanya saya menyampaikan gagasan utama tulisan saya pada saat breafing selajutnya, para guru saya persilakan untuk baca sendiri di blog yang tersedia.

3. Menyediakan Buku Perpus bukan buku Pelajaran

Maksudnya apa yah? begini sahabat @guruberakhlak, biasanya saya melihat di banyak perpustakan terutama tingkat dasar dan menengah diperpustakaan hanya di jejali dengan buku-buku teks pelajaran yang sudah mereka miliki. sehingga siswa pun malas untuk membacanya, menurut saya buku perpustakaan sekolah harusnya banyak menyediakan buku-buku diluar buku teks wajib. seperti buku cerita, Novel, Ensiklopedia, Biografi dan buku-buku umum yang lainnya yang membuat anak tertarik untuk membaca serta guru tetunya juga akhirnya ikut bersama membaca.

4. Membuat Blog dan Menulis

Untuk bisa menulis, menurut saya kita harus suka membaca, kenapa? menulis tidaklah gampang, membutuhkan literatur dan kosa kata yang banyak yang harus kita miliki. semakin banyak yang kita baca, maka tulisan kita pun akan semakin bermutu. salah satu cara termudah untuk menulis saya mewajibkan kepada guru untuk membuat blog, tentu semuanya saya bekali dulu dengan workshop, agar mereka bisa mengoptimalkan blog dengan baik. selain membuat blog, guru saya wajibkan untuk membuat PTK, karena menulis PTK adalah salah satu cara melatih untuk bisa menulis, dan untuk membuat PTK otomatis harus baca referensi dari berbagai sumber.

Sahabat @guru berakhlak

Guru Cerdas itu Suka Membaca, Mau Bisa Nulis ya Harus Baca Buku, Mau Keliling Dunia Tinggal Baca Buku

Ayo Baca Buku dan Menulis untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berakhlak. Semoga bermanfaat

Salam, Tetap semangat membangun Generasi Berakhlak

Namin AB Ibnu Solihin|15 Rabiul Ula 1435 H

Advertisements