Tags

, , , , ,

Muhammad Nayif Al-Kaisyu

 

Muhammad Nayif Alkayyisu : Siswa Kelas 5 SD Muhammadiyah 02 Cileungsi

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).HR. Muslim no. 653

Sahabat @guruberakhlak, semoga sampai detik ini kita masih diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa melangkahkah kaki kita untuk sholat berjamaah di Masjid.

Tiga hari yang lalu kembali saya berdiskusi dengan murid-murid saya di dalam kelas, saat itu saya sedang membahas tentang Profil Jendral Sudirman, beliau adalah sosok yang santun, ramah dan tidak pernah menyakiti orang lain. lalu saya bertanya, Sipakah diantara kalian yang tidak pernah meyakiti orang tua kalian?, saya tatap mata muka murid saya satu-satu, saya perhatikan gerakan tangaanya, ternyata tidak ada yang bergerak alias tidak ada yang mengacungkan jari tanganya satupun. semua terlihat dalam mimik mukanya pernah melakukan kesalahan pada orang tuanya, walau mereka masih usia anak SD.

Kemudian saya ajukan pertanyaan kedua, kalau ada yang berani mengacungkan jari tangannya bapak kasih hadiah, Pertanyaanya adalah siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu? kembali saya memperhatikan wajah-wajah calon generasi Islam ini, saya berpikir dalam hati kalau ada yang mengacungkan tangan luar biasa, karena banyak orang tua saja yang sudah memiliki kewajiban sholat masih banyak sholatnya yang bolong-bolong bahkan ada yang sholatnya hanya sholat idul fitri dan idul adha, apa lagi anak-anak yang belum usia balig, rasanya sulit sekali. Dalam perhatian saya pada gerakan tangan murid-murid saya dikelas tiba-tiba ada seorang murid laki-laki yang mengacungkan tangan. “Saya Pak !” jawabnya. Wah luar biasa nih, memang saya sudah sangat mengenal murid ini rajin sholat berjamaah ke-Masjid, tapi saya tidak menyangka dia tidak pernah ketinggalan sholat lima waktu.Subhanallah beruntung sekali orang tua yang memiliki anak seperti ini dan hebat sekali orang tuanya, bisa men-solehkan anak seusia ini. siswa tersebut namanya adalah Muhammad Nayif Alkayyisu

Akhirnya saya ajukan berbagai pertanyaan, untuk meyakinkan bahwa dia tidak pernah ketinggalan sholat lima waktu. agar anak-anak lain dapat mencontoh sesuatu yang luar biasa ini.

Sejaka kapan Nayif melaksanakan sholat lima waktu?

Sejak usia 3,5 Tahun saya sudah didik orang tua saya untuk sholat lima waktu pak!, ibu akan mengingatkan saya terus untuk sholat, jadilah saya tidak pernah ketinggalan sholat lima waktu.

Dimana kamu melaksankan Sholat lima Waktu?

Sejak usia 3,5 Tahun saya diajak orang tua saya untuk sholat berjamaah di Masjid, dan alhamdulillah sampai dengan sekarang saya tidak pernah ketinggalan sholat lima waktu di Masjid. walau tidak dengan orang tua saya, seperti saat bapak saya kerja, saya tetap sholat lima waktu di Masjid.

Bagiaman kalau ada hujan apakah kamu tetap Sholat ke Masjid?

Kan ada payung pak!, jadi hujan tidak menjadikan halangan saya untuk tetap sholat berjamaah di Masjid.

Sholat apa saja yang biasa kamu lakukan di masjid, apakah termasuk sholat berjamaah shubuh?

Semua sholat lima waktu pak, termasuk sholat berjamaah subuh, insyallah saya tidak pernah ketinggalan.

Apa enaknya sholat subuh berjamaah di Masjid?

Saat saya melangkahkan kaki ke-Masjid, saya menghirup udara yang sangat segar dan buat saya itu sangat menyenagkan.

Siapa yang memerintahkan sholat lima waktu ke-masjid bagi laki-laki?

Orang tua saya yang mengajarkan dan Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan serta memberikan contoh.

Apa pesan kamu buat anak laki-laki dan bapak-bapak mereka?

Kalau kita memang laki-laki sholat berjamaah di masjid, tapi kalau mau sholat dirumah jadilah perempuan.

begitulah diskusi singkat saya dengan Muhammad Nayif Alkayyisu dan murid-murid lain dikelas, Wahai para lelaki, hasil diskusi ini harusnya mampu menyetuh hati kita bagi para lelaki, yang selama ini melalaikan sholat atau melaksankan sholat tapi dilakukan dirumah atau di pojok-pojok kantor.

lalu saya tanya kembali, Hadiah buku apa yang paling Nayif inginkan?

Saya ingin memiliki buku-buku sejarah Islam seperti sejarah tokoh dan biografi para ulama

Mendengar jawaban itu saya kembali dikejutkan, subhanallah anak sesusia ini telah berpikir untuk membaca buku-buku sejarah Islam, padahal anak sesuianya yang lain, malah asyik membaca buku-buku komik, atau bahkan atau yang tidak hobi membaca sama sekali.

Akhirnya saya jawab, Ok, akan bapak sediakan bukunya, tapi ada satu syarat lagi. kamu harus membuat tulisan tentang pengalaman kamu mengerjakan sholat lima waktu di Masjid sejak usia 3,5 Tahun, kamu kirim ke-email bapak, lalu akan bapa posting di http://www.guruberakhlak.com dan kamu bagikan ke teman-temanya agar mereka dan bapak-bapaknya misa mencontoh.

Sahabat @guruberakhlak, semoga tulisan ini dapat memotivasi diri kita, menyentuh hati kita dari kemalasan untuk melaksankan sholat lima waktu di masjid.untuk pergi ke-mall yang jaraknya jauh dari rumah kita, untuk berbelanja, untuk berwisata yang memakan waktu lama semua kita bisa lakukan, kaki kita bisa kita langkahkah, mobil dan motor bisa kita gunakan. kenapa begitu beratnya kita melangkahkah kaki kita untuk sholat berjamaah di Masjid.

Mungkin sudah ratusan kali kita sudah mendengar tauziah, wejangan, nasehat dari para ustadz, bagaimana keutamaan sholat berjamaah di Masjid, apa manfaatnya untuk diri kita dan keluarga kita, apa pahala yang kita dapat, semuanya sudah pernah kita dengarkan. Namun kenapa kita  hal ini kita biarkan berlalu begitu saja, kenapa kita tidak kemudian sadar untuk melaksnakan kewajiban kita.

Sahabat @guruberakhlak, terutama bagi anda dan saya para pendidik, kitalah yang harusnya menjadi teladan bagi murid-murid kita, bagi keluarga kita, bagi masyarakat dan bagi guru-guru yang lain.bukankah “Cara mendidik terbaik adalah dengan keteladanan”. semoga tulisan ini bisa menambah energi baru untuk untuk terus melakukan yang terbaik dalam hidup sebagai hamba Allah SWT dan sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW.

Namin AB Ibnu Solihin|Penggagas Sekolah Akhlak|Penggiat Gerakan Mendidik dengan Akhlak|Kepala SD Muhamadiyah 03 Cileungsi|founder.www.guruberakhlak.com

Advertisements