Tags

, , , ,

menghafal Al-Qur'an

 

Sahabat @guruberakhlak, sudah berapakah Hafalan Surat Al-Qur’an yang sudah mampu kita hafal?

Tiga tahun yang lalu, seorang anak cerdas menghampiri saya dilapangan sekolah, lalu kami berbincang-bincang tentang aktivitas dia kalau dirumah.Anak cerdas itu mengatakan saya sekarang sedang menghafal Al-Qur’an Pak, di ajari oleh ummi dan abi. Wah luar biasa dong, sudah berapa banyak hafalan mu nak? tanya saya,  alhamdulilah sudah banyak pak. lalau tiba-tiba dia nanya balik ke saya :

Kalau pak guru Hafalan suratnya sudah sampai berapa?

Sebuah pertanyaan yang mengangetkan saya, lalu saya terbengong, bingung mau jawab apa.  kemudian saya mengahlikan perhatiannya dengan  pembahasan yang lain, coba bapak pengen dengar surat-surat yang sudah kamu hafal, akhirnya dia menghafal surat yang dia hafal. hal ini saya lakukan untuk mengalihkan pembicaraan saja, karena saya merasa malu mau jawab jangan-jangan hafalan surat saya lebih sedikit dari anak cerdas ini.

Tiga tahun sudah berlalu dari peristiwa tersebut, setahun yang lalu saya mulai berbenah diri kembali untuk memperbanyak hafalan surat saya sambil memperbaiki tajwidnya.

Sahabat @guruberakhlak, kadang kita tidak sadar dan terlena dengan kesibukan kita, kita teringat ketika ada orang yang bertanya tentang sesuatu yang orang mengaggap bahwa kita tahu dan bisa. padahal bisa saja sudah banyak hal yang terlupa atau bahkan terbuang dikarenanakan termakan oleh waktu yang menyibukan dan melenakan kita. Ya, seperti itulah kehidupan kita, kita terbuai oleh kenikmatan dunia dan lupa untuk terus belajar.

Sahabat @guruberakhlak, kita menyuruh murid-murid kita untuk sholat dan menghafal Al-Qur’an, kita membuat target agar mereka bisa satu Juz selama mereka sekolah di SD. Tapi ternyata kita sebagai guru malah berdiam diri untuk tidak menghafal Al-Qur’an dan kita baru sadar setelah murid-murid kita sudah mampu menghafal satu Juz, sementara kita belum selesai juga. kita menyuruh anak-anak kita untuk sholat berjamah ke-Masjid tapi kita malah asyik sholat di kantor atau dirumah.

Sahabat @guruberakhlak, ayo bangkit, kita perbaiki diri kita, apakah kita tidak merasa malu dengan anak-anak kita dan murid-murid kita yang semakin hari semakin cerdas. bukankah kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi terbaik. Nah, untuk mewujudkan itu cara terbaik adalah dengan memberi keteladanan, semangat itu kita mulai dari diri kita sebagai orang tua. mumpung Allah masih memberi kita kekuatan ayo kita langkahkan kaki kita untuk pergi ke tempat-tempat menuntut ilmu.

Semoga bermanfaat

Namin AB Ibnu Solihin

Advertisements