Tags

, , ,

Rafid Mumtaz sisswa sekolah akhlak

Rafid Mumtaz Siswa Sekolah akhlak yang kritis dengan pertanyaan-pertanyaannya yang cerdas

apa kabar sahabat @guruberakhlak, pernahkan kita ditanya sesuatu yang sederhana oleh siswa  dan terkadang kita harus berpikir cerdas bagaimana cara menjelaskannya.

Kemarin siang, sambil menunggu waktu Dzuhur tiba, saya sempatkan untuk membaca Buku “Guru Gokil Murid Unyu”  buku kreatif dan mengunggah karya J.Sumardianta. seorang siswa tiba-tiba masuk ke ruangan saya dan langsung menghampira saya dan bertanya :

Pak, Kenapa sih sekolah kita dinamakan sekolak akhlak?

Saya terdiam sejenak, sambil berpikir untuk  membuat jawaban yang sederhana, tentang pemahaman sekolah akhlak. lalu saya jawab :

Nak, sekolah ini dinamakan sekolah akhlak, karena bapak ingin menciptakan dan membangun guru, orang tua dan siswa yang berakhlak. bapak ingin orang tuanya yang tadinya tidak mengunakan kerudung, setelah anaknya sekolah disini pake kerudung, bapak ingin orang tuanya yang tadinya tidak pernah sholat ke-Masjid jadi rajin sholat ke-Masjid, bapak ingin siswa-siswa disini yang awalnya malas mengaji dan sholat menjadi rajin, bapak ingin siswa-siswa sekolah akhlak berkata dan bersikap yang baik pada setiap orang.

Begitulah kira-kira jawaban yang saya berikan, saya ingin memberikan pemahaman tentang sekolah akhlak dalam konteks yang sederhana tapi sesuatu yang wajib harus dilakukan oleh seorang hamba Allah. lalu Rafid Mumtaz, mengangguk, oh begitu ya Pak!.

Sekolah Akhlak, buat saya memang tidak memiliki tujuan yang terlalu tinggi, namun sesuatu yang sederhana dan banyak dilupakan bahkan ditinggalkan orang, yang ingin saya bangun kesadarannya. orang tua yang menyekolahkan anak nya disekolah akhlak, kemudian bersama-sama ikut memperbaiki diri untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik. Sadar akan kewajibannya terhadap Allah SWT, dan perubahan itu saya rasakan terjadi pada siswa dan orang tuanya.

Lalu tiba-tiba seorang siswa datang dan mengikuti obrolan saya dengan Rafid Mumtaz, Namanya Fikri dia adalah siswa berprestasi dan tahun ini mendapat beasiswa gratis satu semester bebas bayar SPP. lalu tiba-tiba Fikri bertanya :

Pak, Akhlak itu apa sih?

Lagi-lagi sebenarnya sebuah pertanyaan yang sederhana, tapi saya harus punya cara cerdas untuk menjawab pertanyaan siswa kelas 1 (satu) SD ini, dengan jawaban yang sederhana tanpa teori sehingga bisa dimengerti oleh seusia mereka.

Setelah berpikir sejenak lalu saya jawab :

Nak, akhlak itu adalah jika kita berkata baik, maka itu akhlak mulia, kita berbicara yang sopan terhadap orang tua itu akhlak juga, membuang sampah pada tempatnya itu akhlak, tidak mengunjing teman itu akhlak juga, sholat berjamaah ke-Masjid bagi laki-laki itu akhlak, mengucapkan salam ketika bertemu guru itu juga akhlak.

begitulah kira-kira saya menjelaskan jawaban-jawaban dari pertanyaan siswa cerdas tersebut. sahabat @guruberakhlak, bagi siswa dan orang tua guru di anggap orang yang serba tahu, oleh sebab itu kita harus punya cara cerdas dalam menjawab setiap pertanyaanya, dan jangan kita menjawab dengan banyak teori tapi berikan penjelasan yang sederhana disertai dengan contoh yang real.

Semoga bermanfaat

Namin AB Ibnu Solihin|Selasa, Rabiul ula 1435 H

 

 

 

Advertisements