Tags

, , , , ,

cyberbullying

Sumber Gambar:Kompasiana.com

Apa kabar sahabat @guruberakhlak, semoga hari ini kita ada dalam kebaikan. ditengan-ditengah kesibukan saya menjadi panitia Musyawarah Kerja Provinsi Badan Musyawarah Perguruan Swasta Jawa Barat di Cisarua puncak selama tiga hari ini, malam hari sekitar Pukul.23.00 saya kembali menggunjungi guraru.org, wah ternyata luar biasa ada diskusi panas karena kehadiran seseorang yang seolah mengobrak abrik guraru, dengan emosi komentar itu bershatuhan, walau cara emosi berbeda. saya pribadi tidak terlalu alergi dengan hal seperti ini, jika dilakukan secara terbuka seperti kritik yang biasa dilakukan oleh Mulyadi Tenjo.

Saya bukan orang yang anti terhadap kritik-kritik tajam, apalagi jika kritik itu dilakukan dengan analisisa-analisis yang jelas. Bukankah sebuah kritikan itu kadang juga kita iyakan, bahwa itu yang terjadi pada diri kita dan itu harus kita ketahui. Namun terkadang kita juga merasa apa yang dikritisi itu tak terjadi pada diri kita sehingga kita merasa benar. Belakangan ini semenjak kehadiran Teknologi semakin pesat kritikan itu mulai menyasar dunia media sosial. Tapi nilai kritis itu menjadi tidak elegan karena yang mengkritisi tak berani menampilkan diri sesuai dengan kenyataanya, orang-orang bertipe seperti bisa jadi memang ingin melakukan perubahan pada tataran aturan dan budaya yang dia tidak sukai, sehingga ia tak ingin dirinya dikenal dikarenakan niat baiknya itu tidak ingin menjadi ria atau bisa jadi orang-orang seperti ini adalah memang berniat menganggu dan meresahkan orang lain. Aktivitas seperti ini kini dikenal nama Bullying atau kalau di dunia maya dikenal Istilah Cyberbullying.

Berikut ini saya mengutip pengertian Cyberbullying dari Aeymanusia penulis di kompasiana.com

Cyberbully adalah salah satu bentuk intimidasi model baru yang dilakukan seseorang atau bahkan bersama-sama untuk memojokkan, menyudutkan, mendiskreditkan atau yang sebagainya kepada orang lain. Model baru intimidasi ini tak sembarangan akibatnya, sebab tak jarang kematian menjadi ending dari episode sebuah aktifitas yang bernama cyberbully. Secara harfiah, cyberbully merupakan gabungan dari dua kata, yakni cyber dan bully.Cyber, secara umum bisa diartikan sebagai: jaringan elektronik yang menghubungkan satu pengguna dengan pengguna lain, semisal internet. Kata bully sendiri, jika dirujuk di Oxford Dictionary (2008), memiliki arti: hurt a weaker person (menyakiti orang yang lebih lemah). Maka, jika kedua kata tersebut digabungkan (cyber-bully), secara umum bisa diartikan sebagai: tindakan menyakiti orang lain melalui media jaringan elektronik. Karena jaringan elektronik itu umum sekali sifatnya, maka termasuk di dalamnya adalah internet, jaringan telepon seluler, bahkan software game yang terhubung dengan internet pun juga bisa termasuk. Semuanya, bisa menjadi medium yang menjadikan sebuah tindakan kejahatan melaluinya bisa disebut sebagai cyberbully.

Lalau apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi Cyberbullying, pada dasarnya kita harus mengakui bahwa dunia ini memang beragam, jadi kita tak boleh alergi dalam menghadapi pelaku Cyberbullying. saya sendiri pada saat menjadi penyiar Radio mulai diserang oleh para aktor cyberbullying melalui telepon, mereka mengatasnanamakan penggemar iseng yang tidak saya respon dan itu berlangsung terus sampai dengan saya menikah dan punya anak.

Berikut ini 5 Cara Cerdas dan Bijak menghadapi Cyberbullying :

1. Belajar dari Kritikan dan Cemoohannya. Terkadang ada sesuatu yang kita yakini benar dalam hati bahwa kritikan yang disampaikan itu benar, walau terkadang mulut menolaknya. Nah jika kritikan itu untuk kebaikan kita dan komunitas kita tentu hal ini harus kita terima dengan bijak. Lalu jika itu bentuk cemoohan, sebagai guru pembelajar maka kita bisa belajar dari cemoohannya yaitu dengan cara kita tidak boleh melakukan hal yang sama, apalagi jika itu dilakukan dengan bahasa yang kasar.

2. Jangan Pedulikan. Faktor yang menjadi pelaku Cyberbullying menjadi Populer dalam sebuah komunitas seperti blog keroyokan adalah karena kita ulah kita sendiri yang terus ikut meramaikan tulisan-tulisannya, padahal jika tulisannya tidak komentari maka sang tokoh Cyberbullying pun akan tegelam termakan waktu, karena dia akan merasa bosan ketika tulisannya tidak dikomentari. begitu juga pengalaman saya ketika di bullying lewat telepon, saya tak pernah pedulikan telepon dan smsnya, walalu dia terus melakukannya, toh tak membuat diri kita pusing, yang pusing dan gelisah pasti yang mem-bullying kita.

3. Berhentilah Berkomentar dan menanggapinya. Komitmen untuk tidak berkomentar pada tulisan Cyberbullying kadang tidak bisa kita hindari, karena kadang kita merasa jengkel atas tulisan-tulisannya yang kemudian kita terbawa emosi dan habislah energi kita hanya untuk sebuah tulisan yang tidak memberikan manfaat apa-apa untuk diri kita. Berhentilah untuk berkomentar dan menanggapinya, karena itulah cara terbaik agar si pelaku Cyberbullying tenggelam.

4. Tetap gunakan bahasa yang baik. Jika pelaku Cyberbullying mengeluarkan kata-kata kasar dalam tulisan atau komentar-komentarnya, maka kita harus tetap menjadi diri kita sebagai pribadi yang berakhlak, jangan kemudian kita mengikuti gaya-gaya komentarnya dan mengeluarkan kata-kata kasar. Berkata baik disaat orang berkata kasar adalah bentuk komunikasi yang cerdas dan menunjukan kepribadian kita.

5. Jangan Habiskan Energi kita. Sudahlah tak usah pusing-pusing kita untuk terus membicarakan pelaku Cyberbullying, Karena akan menghabiskan energi kita, mari kita kembali kepada jalan yang benar, jalan yang membangkitkan semangat kita untuk terus berprestasi dan berbagi untuk sama-sama memberikan motivasi.

Demikian sahabat @guruberakhlak, semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat Beraktivitas

Namin AB Ibnu Solihin |http://guruberakhlak.Wordpress.com

Advertisements